Muh. Syakir : Rabu, 08 Desember 2021 19:21

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA -- Polisi masih memburu eksekutor yang memenggal tangan seorang mahasiswa saat penyerangan di asrama IPMIL Makassar. Pelaku telah berhasil diidentifikasi.

"Sekarang dalam pengejaran. Identitas dan kemungkinan titik pelariannya sudah teridentifikasi," terang Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/12/2021) sore tadi.

Polisi berpangkat satu bunga itu mengaku jika pihaknya masih terus melakukan pengejaran. Saat ini pihaknya telah mengantongi identitas eksekutor tersebut.

"Jadi kisa masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Apalagi identitas sudah kita kantongi ditambah keterangan dari yang sudah kita tangkap dan itu telah kita interogasi juga," ungkap Kompol Jamal

Lanjut dia, tim khusus yang terdiri dari Reskrim Polrestabes Makassar di back up Reskrimum Polda Sulsel dan Intelkam Polda Sulsel masih tetap bekerja di lapangan untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Tim yang dibentuk masih bekerja di lapangan, dan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku lainnya," terang mantan Kapolsek Panakukkang itu

Sebelumnya diberitakan, aparat gabungan dari Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel berhasil menangkap terhadap tujuh pelaku penyerangan kampus UIM dan dua Asrama di Makassar.

Mereka masing-masing berinisial MA, MG, Y, W, dan MD serta dua tersangka lainnya berinisial EKP dan ASS. Ketujuhnya ditangkap di berbagai daerah yang ada di Sulsel.

Selain menangkap tujuh pelaku itu, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti samurai, anak panah, badik, senjata api rakitan, pecahan bom molotov, dan sejumlah barang bekas pembakaran yang dilakukan pelaku.

Seperti diketahui, kasus penyerangan ini bermula saat pengeroyokan oleh sejumlah mahasiswa Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) terhadap Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), Arham, pada Jumat (26/11/21) malam.

Arham yang merupakan mahasiswa asal Kabupaten Bone itu dilaporkan luka berat akibat insiden penyerangan tersebut. Bahkan, salah satu tangan korban disebut nyaris putus akibat sabetan parang.

Penyerangan terhadap Arham itu disebut mengundang kemarahan rekan-rekannya sesama mahasiswa asal Bone. Alhasil, terjadi aksi serangan balasan ke asrama mahasiswa IPMIL di Jalan Sungai Limboto, Makassar, pada Minggu (28/11) dini hari.

Serangan balasan tersebut menyebabkan seorang mahasiswa atas nama Muhammad Abdul Said terputus tangan kirinya, tepatnya pada bagian pergelangan.

Penyerangan asrama IPMIL di Jalan Sungai Limboto juga sempat memicu serangan balasan ke asrama KEPMI Bone di Jalan Sungai Limboto. Serangan tersebut menyebabkan asrama KEPMI Bone terbakar namun tak ada korban jiwa karena asrama dalam keadaan kosong pada saat serangan balasan terjadi.