BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Publik Bulukumba mungkin sudah tak asing dengan selegram asal Bulukumba Eril Cikas. Dia adalah Owner Gorengan Cikas, yang terletak di Jalan Muh. Hatta, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu.
Eril Cikas pertama kali viral kala mengunggah video lucu sedang mencari sendok yang ternyata berada di telinganya. Sejak itu pun, dia dijuluki 'si pencari sendok'.
Tak berselang lama, Eril Cikas kembali viral namun bukan karena video lucu. Dia viral karena kaya mendadak dari hasil jualan gorengan yang dia tekuni selama 11 bulan. Dia berhasil mendapatkan Rp164 juta.
Saat ini, Eril Cikas kembali viral di jagad raya media sosial. Namun keviralannya kali ini seakan meruntuhkan eksistensi yang telah terbangun selama ini. Pasalnya, beradar video berdurasi 30 detik miliknya, di mana dalam postinganya itu mengundang reaksi dan murka dari kaum hawa.
Bagaimana tidak, dalam unggahannya itu, Eril Cikas menyinggung area sensitif kaum hawa. Mengutip dari video yamg tersebar Eril Cikas menyampaikan.
"Datangko pagi-pagi kamase jangan terlalu bagaimana bagaimana, jadi datangko sini pagi-pagi na nuljilat sai tempatku mungkin lebih bersihji tempatku dari te...**mnna suaminu , karena te,,m..na** perempuan nu bussu apalagi kalau sudah anu itu," ungkap dia.
Postingan itu pun mengundang reaksi berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Bulukumba, Andi Nurul Syurtiani. Menurut dia, postingan tersebut mengandung ujaran pelecehan terhadap perempuan.
Dia menuturkan sangat tidak pantas menyebut-nyebut alat kelamin perempuan dengan cara vulgar seperti itu dengan isi ujaran yang menghina.
"Masa membandingkan kebersihan dapurnya dengan hal yang paling sensitif, paling privacy milik permpuan. Itu sangat tidak etis dan menghina perempuan," katanya melalui pesan Whatsapp, Rabu (15/12/2021).
Hal senada diungkapkan salah satu Aktivis Perempuan di Bulukumba, Khadijah Budiawan. Mantan Pengurus Wilayah Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri) Sulsel ini mengaku terpukul dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Eril Cikas.
Menurut Khadijah, video tersebut tergolong sebagai pelecehan seksual secara verbal karena secara sengaja menyampaikan dan menyebut organ intim perempuan.
"Postingan ini seakan menampar kita semua. Kita ingin ada efek jera supaya tidak terulang lagi," kata Khadijah, yang juga mantan Ketua Cabang PMII Bulukumba.
Dia berharap ke depan kejadian seperti ini tak terulang lagi. Kata dia, diperlukan sosialisasi massif agar bijak berselancar di sosial media.
Sebelumnya juga, beredar video permohonan maaf Eril Cikas kepada seluruh masyarakat, khsusunya warga net. Dia mengaku tak ada niat untuk menghina kaum hawa, sekaligus berjanji untuk tidak mengulangi perkataan yang bisa menyinggung perasaan orang.
"Saya minta maaf jika sudah membuat warga net kecewa dengan siaran langsung saya pada 10 Desember yang lalu," ungkap Eril dikutip dari pernyataan video klarifikasi dan permohonan maafnya.
Hanya saja kata dia, apa yang disebar oleh natizen di group Facebook itu adalah video yang dicut alias editan, yang sesungguhnya tidak sesuai dengan video siaran langsungnya.
”Video yang beredar itu hasil editan, tidak sesuai dengan video aslinya waktuku siaran langsung”, ungkapnya
Kendati demikian, lantaran warga net banyak yang kecewa gara-gara video tersebut, dia berharap natizen bisa menerima permohonan maafnya.
”Mungkin ini pelajaran buat saya untuk lebih bijak bertutur kata di sosial media kedepannya. Namun video tersebut adalah hasil editan, tidak sesuai dengan video waktu saya siaran langsung” tukasnya.
Reaksi juga datang dari emak-emak, dengan menggeruduk lokasi penjualan Gorengan Cikas, Rabu (15/12/201). Mereka menyuarakan pemboikotan terhadap Eril Cikas yamg dianggap tak senonoh dalam bertutur.
Tak hanya itu, Legislator Perempuan Andi Soraya Widyasari bersama sejumlah perwakilan organisasi melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke Polres Bulukumba.