BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Legislator PKB Bulukumba Andi Soraya Widyasari bersama sejumlah perwakilan organisasi melaporkan Eril Cikas ke Polres Bulukumba, Rabu (15/12/2021). Laporan itu, berawal dari siaran langsung di akun Facebook Eril Cikas.
Sebagai perempuan, Soraya mengaku tersinggung atas celaan ataupun candaan Eril Cikas di Live Facebooknya yang seakan mengejek organ intim wanita.
"Dua saya laporkan, dugaan pelecehan secara verbal dan perbuatan tidak menyenangkan dengan menggunakan media sosial, UU ITE," katanya melalui pesan Whatsapp, Rabu (15/12/2021) malam.
Menurut Soraya, atas perbuatan yang tidak menyenangkan itulah, membuat adanya kegaduhan. Sehingga katanya, dia berinisiatif melaporkan agar sekiranya aparat kepolisian terlibat untuk menyelesaikan secara hukum dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebagai wakil rakyat, Soraya menginginkan adanya keadilan, dan efek jera secara hukum agar kasus dugaan pelecehan seksual seperti hari ini tidak terjadi kembali di Kabupaten Bulukumba.
"Meminta Eril menyesali perbuatannya dan meminta maaf, atas perbuatannya yang menghina kehormatan perempuan," kata legislator asal daerah pemilihan Kecamatan Gantarang dan Kindang tersebut.
Menurut dia, Bulukumba harus menjadi Kabupaten yang ramah perempuan. Dia juga berharap agar pemerintah turut aktif dalam memberikan pelayanan terhadap tindak pidana atau kasus-kasus yang merugikan perempuan.
Sementara, Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Daniel Nainggolan membenarkan adanya laporan tersebut.
"Ya tadi masuk laporannya. Secepatnya kita akan panggil untuk minta keterangan," jelasnya ketika dikonfirmasi.
Sebelumnya juga, beredar video permohonan maaf Eril Cikas kepada seluruh masyarakat, khsusunya warga net. Dia mengaku tak ada niat untuk menghina kaum hawa, sekaligus berjanji untuk tidak mengulangi perkataan yang bisa menyinggung perasaan orang.
"Saya minta maaf jika sudah membuat warga net kecewa dengan siaran langsung saya pada 10 Desember yang lalu," ungkap Eril dikutip dari pernyataan video klarifikasi dan permohonan maafnya.
Hanya saja kata dia, apa yang disebar oleh natizen di group Facebook itu adalah video yang dicut alias editan, yang sesungguhnya tidak sesuai dengan video siaran langsungnya.
”Video yang beredar itu hasil editan, tidak sesuai dengan video aslinya waktuku siaran langsung”, ungkapnya
Kendati demikian, lantaran warga net banyak yang kecewa gara-gara video tersebut, dia berharap natizen bisa menerima permohonan maafnya
”Mungkin ini pelajaran buat saya untuk lebih bijak bertutur kata di sosial media kedepannya. Namun video tersebut adalah hasil editan, tidak sesuai dengan video waktu saya siaran langsung” tukasnya.