MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sejumlah aktivis dari berbagai ormas Islam mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan di Makassar Rabu, (15/12/21) siang. Mereka memprotes imbauan Kemenag terkait spanduk Natal.
Kedatangan para aktivis dan ormas itu untuk mempertanyakan perihal beredarnya surat imbauan pemasangan spanduk ucapan Natal dan Tahun Baru 2022. Instruksi Kemenag ini ditujukan kepada Kantor Kementerian Agama di seluruh daerah sekolah naungan Kemenag dan KUA se-Sulawesi Selatan.
Ketua Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Ustaz Muchtar Daeng Lau, yang datang bersama dengan sejumlah rombongan, menganggap surat imbauan itu sangat meresahkan.
Menurutnya, imbauan seperti itu baru pertama kali terjadi dan sangat mengagetkan.
"Makanya, kami datang karena merasa resah dengan surat imbauan itu. Tentu ini sangat berpotensi menyebabkan kegaduhan di tengah kondusifnya nuansa keummatan di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya," tuturnya.
Koordinator Relawan Pengawal Fatwa MUI, KH M Said Abdul Shamad, Lc., menegaskan bahwa haramnya mengikuti kegiatan Natalan hingga melontarkan ucapan selamat sudah sejak lama difatwakan MUI pusat.
"Memang redaksi fatwa itu agak multitafsir, tetapi kita meyakini bahwa mengucapkan ucapan selamat juga bahagian dari mengikuti kegiatan Natalan," tegas Kyai Said.
Ichwan Jufri, salah seorang aktivis ormas Islam, malah mempertanyakan kepada pihak Kemenag, apakah surat imbauan serupa juga dikeluarkan pada saat hari-hari kebesaran umat Islam.
Adapun Ustaz Jumzar Rachmah, selaku Ketua Forum Arimatea Sulsel, menyampaikan tentang pentingnya mewaspadai gerakan pendangkalan aqidah dan upaya pemurtadan terselubung.
Kepada perwakilan ormas, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, Kaswad Sartono, memastikan bahwa surat imbauan tentang pemasangan spanduk ucapan Nqtal dan Tahun Baru tersebut dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan.
"Namun, surat itu sudah dinyatakan ditarik kembali karena respons masyarakat. Segala masukan dan saran akan saya sampaikan ke Pak Kanwil," kata Kaswad yang menerima desakan mengenai kepastian dikeluarkannya imbauan pembatalan surat.
Dalam kesempatan itu, Kaswad menjelaskan tentang hukum mengenai ucapan Natal.
Dia menyebut, meski memang empat imam mazhab menyatakan haram hukumnya menyampaikan selamat Natal bagi umat Islam, tetapi tidak dengan ulama kontemporer, seperti Prof Quraish Shihab.
Bahkan, Kaswad menyebut, dengan menukil pendapat ulama kontemporer, bahwa masalah tidak menyangkut masalah aqidah dan syariah, tetapi pada persoalan muamalah.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengimbau seluruh kantor yang berada di bawah jajarannya untuk memasang sepanduk ucapan selamat Natal dan tahun baru. Imbauan ini dilakukan untuk menghormati agama lain.
Perintah ini tertuang dalam Surat Kemenag Sulsel nomor: B-9379/Kw.21.1/IIM.00/12/2021 yang bersifat penting. Surat diteken Kepala Kemenag Sulsel Khaeroni di Makassar pada Selasa (14/12) lalu.
Surat ini ditujukan kepada 3 unsur jajaran Kemenag Sulsel yakni; Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulsel, Kepala MI, MTs, dan MA se-Sulsel, dan Kepala KUA se-Sulsel.
BERITA TERKAIT
-
Gandeng Kemenag, KPU Sulsel Minta Khotbah Penceramah Bawa Pesan Damai di Pemilu 2024
-
Jelang Nataru, Harga dan Stok Pangan di Wajo Stabil
-
Sambut Pergantian Tahun, Kodim 1409/Gowa Gelar Doa Bersama
-
Giliran Prancis Dihantam Corona, Tembus 100 Ribu Kasus Usai Natal
-
Akan Ada Skenario Baru Pembatasan Jelang Nataru, Bakal Lebih Ketat