MAKASSAR, PEDOMANMEDIAN - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengungkapkan, banyak tenaga kontrak fiktif di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tenaga kontrak hanya 8.200, Namun ada 12 ribu tenaga kontrak gajinya terbayarkan oleh Pemkot Makassar.
"Laporan ada 8.200 tenaga kontrak tapi kenyataanya pembayaran di BPJS ketenagakerjaan ada 12.000. Kalau misalnya kita punya 10.000 tenaga, berarti ada 2.000 orang yang akan dirasionalisasi dan ada sebagian yang malas ada yang rajin," ujar Danny, Selasa (21/12/2021).
Olehnya itu, Danny akan memastikan berapa total tenaga kontrak fiktif di Pemkot Makassar dengan mengikutkan seluruh tenaga kontrak, sebab tes seleksi Laskar Pelayanan Publik Berintegritas (Laskar Pelangi).
"Disinilah kita langsung tahu fiktif atau tidak. Saya mau minta laporan berapa sebenarnya yang ikut hari ini. Itu yang saya mau tahu," katanya.
Diketahui, saat ini tenaga kontrak telah mengikuti tes Laskar pelangi sejak kemarin hingga 24 Desember 2021.
Kepala Dinas BKPSDM, Andi Siswanta mengatakan, peserta yang mengikuti seleksi ini adalah tenaga kontrak kerja waktu tertentu pemerintah Kota tahun 2021 yang statusnya masih aktif dan terdata dalam sistem informasi.
"Kalau 12 ribu itukan ada yang tidak berdasarkan SK wali kota. Sampai sekarang belum ada total berapa jumlah peserta yang mengikuti seleksi. Nanti kita lihat di hari ke tiga, kalau memang 8.200 itu ikut berarti sama dengan SK yang telah diterbitkan.
Seleksi laskar pelangi ini dibagi atas beberapa sesi sesuai dengan jumlah pendaftar laskar pelangi di 51 SKPD Pemkot Makassar.
BERITA TERKAIT
-
Penuhi Target Baku Mutu, Pemkot Makassar Benahi Pengolahan Air Lindi TPA Antang
-
Appi Apresiasi Partai Demokrat Gelar Gerakan Indonesia Asri di Pantai Losari
-
Bertemu CIDeS ICMI, Appi Harap Cendekiawan Beri Masukan Konstruktif Bangun Makassar
-
Opening Ceremony GATF GUTF 2026: Wawali Aliyah Bicara Ekosistem Pariwisata Makassar
-
Appi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026, Hanya Satu di Sulsel