MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini belum memiliki alat pendeteksi varian Omicron.
Ia mengatakan, Pemkot tak memiliki peralatan dan reagen untuk mendeteksi varian baru Covid-19 ini.
"Alat pendeteksi Omicron belum ada di Makassar. Untuk semua varian Covid-19 dikirim sampelnya ke balikbankes di Jakarta," ujarnya, Jumat (7/1/2022).
Ida, sapaannya mengatakan, saat ini masih berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam alat pendeteksi Omicron. Ia mengatakan saat ini belum ada kasus yang dicurigai di Kota Makassar.
"Belum ada kasus dicurigai dan dikirim ke balikbankes, ini baru berkoordinasi dengan provinsi," kata Ida.
Meski begitu, virus Omicron ini dinilai penularannya lima kali lebih cepat dibanding varian Delta. Hanya saja, menimbulkan daya rusak yang rendah.
Omicron lebih mudah melangkahi sistem imun yang dibentuk berkat vaksin. Tapi tak terlalu merusak paru-paru dibanding varian Delta.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku meminta pihak laboratorium untuk menguji pendeteksi Covid-19 yang sebelumnya mampu mendeteksi varian Delta.
"Saya sudah memerintahkan laboratorium kita untuk mengkonsultasikan kepada pabrik. Kan kita maunya lab itu Reagen adaltis. Reagen yang bisa mendeteksi varian Delta plus kemarin. Kami coba minta rekomendasi apakah Omicron bisa mendeteksi karena reagen kita itu sangat sensitif," tulisnya.
Ia mengatakan pemerintah kota bakal kesulitan mendeteksi varian Omicron bila tak memiliki alat pendeteksi. Namun yang jelas, kata dia, kasus Covid-19 di Makassar masih terkendali.
"Perkembangan kasus masih di bawah 5. Kadang 4, kadang 1. Itupun tetap saya perintahkan untuk di-tracing," ucapnya.
BERITA TERKAIT
-
Sekda Makassar Jawab Polemik Dana Hibah KONI: Sah, Sesuai Mekanisme
-
Pemkot Makassar Terapkan Sistem Baru Pengelolaan Sampah: Tak Ada Lagi Open Dumping
-
Pemkot Makassar Mulai Kaji Revitalisasi RSUD Daya, Siapkan Desain Ikonik
-
Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Pemkot Makassar Siapkan 23 Ribu Mahasiswa Siaga Bencana
-
Appi Cek Aliran Air PDAM di Kerungkerung Usai Berbulan-bulan Mandek