Amrin : Sabtu, 08 Januari 2022 22:00
Kerusuhan di Kazakhstan (Int)

NUR SULTAN, PEDOMANMEDIA - Otoritas Kazakhstan menahan mantan kepala keamanan negara itu, Karim Massimov dan beberapa pejabat lain di atas dugaan pengkhianatan.

Kabar ini disampaikan komite keamanan negara itu, Sabtu (8/1/2022) tanpa memberikan informasi lebih lanjut, dikutip dari Reuters.

Pasukan keamanan berhasil menguasai jalan di Kota Almaty pada Jumat (7/1/2022) setelah dilakukan berhari-hari.

Di sisi lain, presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memerintahkan personel keamanan untuk menembak tanpa peringatan terlebih dahulu jika dilakukan terlebih dahulu.

"Para militan belum meletakkan senjata mereka, mereka (demonstran) terus melakukan kejahatan atau sedang mempersiapkannya. Perang melawan mereka sampai akhir. Siapa pun yang menyerah tidak akan menyerah," kata Tokayev di televisi pemerintah.

Akibat yang terjadi, sebanyak 28 polisi dan 16 demonstran dilaporkan tewas sampai pada Jumat (7/1/2022).

Dilansir dari ABC News, di antara 28 polisi yang meninggal ada petugas yang ditemukan dipenggal.

Selain itu, lebih dari 3.000 orang telah ditanggung akibat biaya ini.

Menurut jurnalis anonim, banyak jenazah dengan peluru tergeletak di jalanan kota Almaty. Ia juga menuturkan kota itu berkali-kali dipenuhi tembakan.

Kerusuhan yang terjadi juga membuat internet mati. Selain itu, mesin ATM rusak di wilayah itu rusak dan setidaknya ada satu toko senjata yang dijarah, dikutip dari CNN Indonesia.

Pos pemeriksaan militer juga dibangun di wilayah itu. Bila ada orang yang bergerak ke arah pos, pasukan akan menembakkan peluru. Meski demikian, tak jelas peluru yang ditembakkan merupakan peluru tajam atau peluru karet.