Muh. Syakir : Senin, 10 Januari 2022 20:20
Korban saat dievakuasi ke kamar usai ditemukan tergeletak.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Seorang pria asal kota Palopo berinisial MA (36) ditemukan meninggal di wisma di Kota Makassar, Ahad sore (10/1/2022). Ia tewas beberapa jam setelah check-in bareng istri siri.

Korban meninggal di salah satu wisma di bilangan Jalan Toddopuli Raya Timur. Petugas wisma yang dimintai keterangan oleh polisi mengatakan, MA check in bersama seorang wanita inisial S pada Minggu (09/1/2022) kemarin.

"Check in sekitar pukul 03:00 WITA. S yang menemani korban itu istri sirinya. Mereka menginap di kamar 211 lantai 2," ujar Kapolsek Panakukkang, Kompol Andi Surya Ali dalam keterangannya kepada PEDOMANMEDIA, Senin (10/1/2022).

Komisaris polisi ini menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal, korban naik ke lantai 3. Kemudian turun ke lantai 1 untuk mengambil selimut.

Saat balik ke lantai 2, korban ditemukan oleh petugas wisma tergeletak.

"Dia ditemukan tergeletak dalam keadaan tengkurap," ungkap Kompol Andi.

Usai ditemukan dengan kondisi tengkurap, akhirnya pihak petugas wisma menelpon S atau istri sirinya untuk kembali ke wisma mengecek keadaan suaminya.

"Jadi dari pengakuan istrinya ini kalau dia sudah diantar oleh korban ke mall untuk nonton. Terus suaminya balik duluan ke wisma. Tak lama berselang S diberitahu bahwa suaminya ditemukan tak sadarkan diri di lantai dua," kata Kompol Andi menceritakan.

Setibanya di wisma, S pun akhirnya bersama petugas wisma memeriksa MA. Ternyata MA sudah meninggal dunia.

MA lalu dievakuasi ke dalam kamar. Kemudian, petugas wisma melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Panakukkang.

Dari keterangan S, dirinya mengaku bahwa korban MA sempat mengeluhkan sesak napas dan sakit di dadanya.

"Jadi pukul 14.56 WITA korban ini sudah ditemukan tak sadarkan diri. Kemudian sekira pukul 15.10 kami tiba di TKP. Dan keterangan dari saksi bahwa korban ini sempat mengeluh merasakan sesak di dadanya sebelum ditemukan tak sadarkan diri," ungkapnya

Usai kejadian itu, lanjut Kompol Andi, pihaknya pun langsung koordinasi dengan Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel dan Inafis Polrestabes Makassar untuk melakukan penyelidikan.

"Untuk saat ini kami masih lakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan koordinasi dengan pihak inavis dan Dokpol RS Bhayangkara," terangnya.