Soal Pengakuan Nico Loloskan 57 Orang jadi Polisi, Begini Reaksi Kapolres Tator
Kapolrea Tator menyebut mungkin Nico keliru menyampaikan kalimat. Bukan meloloskan tapi membantu dengan cara melakukan pembinaan kemampuan untuk menghadapi materi materi tes dengan bekerja sama dengan TNI/Polri sehngga peserta atau calon mampu dan cakap melewati semua tes dengan baik.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Kapolres Tator AKBP Sarly Sollu merespons statemen calon bupati Nicodemus Biringkanae yang mengaku telah meloloskan 57 orang menjadi polisi. Sarly menilai kemungkinan ada kekeliruan dalam penyampaian kalimat, sehingga statemen itu menjadi multitafsir.
"Mungkin beliau keliru menyampaikan kalimat. Bukan meloloskan tapi membantu dengan cara melakukan pembinaan kemampuan untuk menghadapi materi materi tes dengan bekerja sama dengan TNI/Polri sehngga peserta atau calon mampu dan cakap melewati semua tes dengan baik," jelas Sally kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (7/11/2020).
Hal ini disampaikan Sally menjawab pengakuan Nico soal perannya meloloskan 57 orang warga Toraja menjadi polisi dalam dua kali penerimaan. Nico menyebut ia meloloskannya dengan menggunakan dana APBD.
Sebelumnya dalam sebuah video kampanye, Nicodemus Biringkanae mengumbar serentetan keberhasilannya dalam 4 tahun. Salah satunya klaim keberhasilan meloloskan 57 orang menjadi polisi dan 42 orang jadi anggota TNI.
Hal itu diungkap Nico saat melakukan kampanye dialogis di Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.
Kampanyenya itu tersebar dalam rekaman video berdurasi 1 menit 24 detik. Dalam sambutannya, Nicodemus Biringkanae menyebutkan, penerimaan TNI-Polri dibagi berdasarkan tiga kawasan prioritas, yakni pesisir, kota, dan pegunungan.
“Sejak kami hadir, sudah menghadirkan sebanyak 57 polisi. Itu dari dua kali penerimaan,” beber Nico.
Nico menambahkan, sementara penerimaan TNI melalui seleksi Tamtama dari 68 kuota Kabupaten Tana Toraja yang tersedia, berhasil meloloskan 42 orang. Baik, TNI dan Polri yang diloloskan menggunakan APBD Tana Toraja.
“Dengan uang Rp157 juta per orang menghadirkan 57 orang polisi. Uang Rp98 juta per orang bisa menghadirkan Tamtama 42 orang,” jelasnya.
“Nah, yang kita dipake memfasilitasi itu adalah uang rakyat semua (APBD), karena anak Toraja tidak mampu berkompetisi dengan ini (uang), tetapi anak Toraja harus kita bantu,” tambah incumbent.
Statemen Nico menuai banyak tafsiran. Bahkan Polda Sulsel juga turut mempertanyakan maksud dari penggunaan dana APBD dalam meloloskan 57 orang menjadi polisi. Nico sendiri belum memberi penjelasan soal statemennya itu.
