Ngeri-ngeri Sedap Omicron, Jokowi Minta PTM Dievaluasi Ulang
Hal lain yang perlu ditekankan adalah penerapan prokes yang lebih ketat. Masyarakat diminta tidak abai dengan kasus yang cenderung landai.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo meminta seluruh provinsi melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM). PTM dikhawatirkan menjadi klaster baru varian Omicron.
"Harus ada evaluasi setiap waktu. Seperti saat ini varian Omicron sedang terlihat trennya. Ini patut kita antisipasi. Apakah PTM masih memungkinkan dilakukan, atau ada skema lain yang lebih baik," terang Jokowi, Selasa (1/2/2022).
Menurut Jokowi, hal lain yang perlu ditekankan adalah penerapan prokes yang lebih ketat. Masyarakat diminta agar tidak abai dengan melihat kasus yang cenderung landai.
"Bisa terjadi lonjakan jika kita semua tidak disiplin. Harus diingat bahwa Covid masih ada di sekitar kita. Perang belum selesai. Kita semua masih harus bekerja keras untuk keluar dari situasi ini," ujar Jokowi.
Jokowi memberi perhatian khusus pada DKI dan seluruh Jawa setelah terjadi kenaikan kasus dalam tiga pekan. Beberapa daerah di luar Jawa-Bali juga dalam pengawasan dan masuk dalam zona rentan. Di antaranya, Kalimantan dan Sulsel.
Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman sebelumnya juga mengingatkan kemungkinan memuncaknya Omicron dalam dua tiga pekan ke depan. Masyarakat diminta mengurangi mobilitas.
"Tunda dulu bepergian hingga puncak lonjakan Omicron berlalu. Omicron diprediksi akan mencapai puncak penyebaran pada Februari-Maret," ujar Sudirman.
Menurutnya, perkembangan kasus Covid-19 Sulsel masih fluktuasi. Kadang terjadi kenaikan dan melandai.
Situasi ini masih mengkhawatirkan. Apalagi setelah temuan kasus Omicron di Kabupaten Takalar. Karena itu Sudirman meminta masyarakat kembali membatasi interaksi.
"Jangan ada kerumunan. Pertemuan-pertemuan yang menyebabkan interaksi banyak orang harus dibatasi," pintanya.
Pemerintah juga memberi peringatan akan adanya kenaikan kasus di bulan Februari. Kasus Omicron diperkirakan mendominasi wilayah Jabodetabek.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprioritaskan vaksinasi booster di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Kenaikan kasus Omicron paling tinggi diperkirakan terjadi di wilayah ini.
Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadi Tarmizi mengatakan jumlah kasus Omicron saat ini sudah mencapai 1.626 kasus. Kasus impor dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) masih paling dominan.
Melihat ancaman kasus dalan dua pekan ke depan, pemerintah belum memberi opsi soal pembelajaran tatap muka. Apakah akan dihentikan atau tetap dilanjut.
PTM Lanjut, Vaksinasi Dikebut
Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun per 23 Januari 2022 di Kota Makassar sudah sebanyak 4.955 siswa. Vaksinasi ditargetkan menyentuh 152 ribu siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Muhyiddin mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data dapodik sekolah yang melaksanakan vaksinasi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan di masing-masing sekolah.
Disdik Makassar menargetkan, pertengahan Februari nanti capaian vaksinasi tuntas hingga 100 persen.
"Insyallah kita target pertengahan Februari bisa tuntas 100 persen," katanya
Peran kepala sekolah, guru-guru dan seluruh yang terkait dalam vaksinasi anak ini dapat menyosialisasikan dan melakukan pendekatan kepada orang tua terhadap pentingnya vaksin untuk anaknya, agar terhindar dari varian Covid-19.
"Jangan mendengar isu hoax. SMP-SMA sudah kita lakukan 100 persen dan tidak ada sama sekali yang terjadi. Sebelum divaksin kan harus discreening dulu," jelas Mahyuddin.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
