Sudirman Puji Andi Utta Tangani Banjir Bulukumba Tanpa APBD
Sudirman mengaku, bantuan untuk Bulukumba selama periodenya sampai 2022 ini sudah Rp150 miliar.
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman memuji gagasan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf yang menangani banjir tanpa APBD. Sudirman pun menilai langkah Bulukumba sudah sangat maju.
"Saya pernah ke sini di musim banjir Sulsel. Sementara Bulukumba tidak banjir. Saya tanya gimana resepnya? Pakai anggaran apa? Pak Bupati bilang pakai dana pribadi," kata Sudirman mengaku salut saat hadir pada peringatan Hari Jadi ke-62 Kabupaten Bulukumba 2022 digelar Jumat (4/2/2022).
Dalam kesempatan itu, Sudirman juga mengucurkan bantuan sebesar Rp19 miliar untuk Bulukumba. Sudirman berharap anggaran ini bisa mendorong bangkitnya berbagai sektor.
Sementara, Bupati Muchtar Ali Yusuf memaparkan pembangunan yang akan dikerjakan tahun ini. Bupati Andi Utta sapaannya mengatakan, hari jadi ini sebagai momentum awal mengakselerasi pencapaian visi misi Pemkab Bulukumba, di mana tahun ini program-program unggulan bupati dan wakil bupati mulai dimaksimalkan.
Dikatakannya beberapa bangunan infrastruktur ikonik mulai dikerjakan tahun ini, dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Bulukumba.
"Misalnya pembangunan Pasar Sentral dan Pasar Tanete, pembangunan Gedung Perkantoran Satu Atap yang terintegrasi atau terkoneksi dengan tribun Lapangan Pemuda, serta penataan Pantai Merpati yang akan menjadi ikon baru Kota Bulukumba sekaligus sebagai pusat kuliner masyarakat Bulukumba maupun pengunjung dari luar Bulukumba," katanya.
Infrastruktur lainnya kata Andi Utta, peningkatan dan pemeliharaan jalan dan jembatan yang anggarannya sebesar Rp91,5 miliar. Anggaran pembangunan jalan ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp31 miliar dari tahun 2021 sebesar Rp60 miliar.
"Di awal pemerintahan kami membentuk Tim Pengendali Banjir tanpa biaya dari APBD. Alhamdulillah kita dapat mengatasi sehingga kota Bulukumba tidak mengalami kebanjiran sebagaimana tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.
Bupati berlatar pengusaha itu menerangkan, dalam menata dan mengantisipasi terjadinya banjir dalam kota Bulukumba, juga telah dianggarkan revitalisasi drainase dalam kota dengan sistem 'panel knock down', termasuk pengerjaan irigasi lainnya.
Begitu pula dengan program unggulan lainnya seperti pengadaan rumpon laut, pengadaan bibit unggul pertanian dan bibit unggul peternakan guna meningkatkan nilai tambah pada sektor pertanian, peternakan dan kelautan.
Dalam mendukung program bibit unggul ini, pihaknya berharap pemerintah desa juga dapat menganggarkan bibit unggul sesuai potensi lahannya melalui dana desa.
"Di sektor layanan publik, Pemkab Bulukumba kembali menganggarkan kelanjutan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang tahun sebelumnya tidak berjalan karena adanya refocusing anggaran penanganan Covid-19," kata Andi Utta.
Ia menambahkan selain pemberian beasiswa bagi mahasiswa asal Bulukumba, Pemkab Bulukumba juga akan merehabilitasi Asrama Mahasiswa Putra Bulukumba di Makassar senilai Rp1 miliar.
"Saat ini, kondisi asrama mahasiswa putra tersebut sudah tidak layak, sehingga bangunannya sudah sangat mendesak untuk direhabilitasi dan ditingkatkan," kata Andi Utta.
"Sesuai rencana, asrama ini akan dibangun dua lantai untuk memaksimalkan ruang dalam menampung mahasiswa dari Bulukumba," jelasnya menambahkan.
Andi Utta juga menjelaskan infrastruktur lainnya yang akan dibangun tahun anggaran 2022 adalah pembangunan Pintu Gerbang Kabupaten sebanyak tiga unit, masing-masing di jalan poros dari arah Bantaeng, Sinjai dan Selayar.
"Anggaran Pintu Gerbang ini melalui bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau CSR perbankan, sebagaimana yang akan diserahkan oleh Bank Sulselbar dan Bank Mandiri pada momentum hari jadi ini," terangnya.
Untuk peningkatan layanan PDAM, lanjut Andi Utta, Pemkab berhasil mendapatkan bantuan APBN dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR sebesar Rp7,7 miliar.
"Anggaran ini untuk merevitalisasi dan mengoptimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Gantarang, Kajang dan Herlang. Tidak hanya itu, PDAM Bulukumba bersama Bantaeng dan Sinjai juga akan mendapatkan kucuran anggaran SPAM Regional dengan total dana sebesar Rp1,8 triliun.
Bantuan Pemprov Rp19 M
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku, bantuan untuk Bulukumba selama periodenya sampai akhir tahun dan 2022 ini sudah masuk anggaran lebih dari Rp150 miliar. Kata dia, tahun ini spesial ditambahkan bantuan keuangan Rp19 miliar.
Sudirman mengatakan bantuan Rp19 miliar itu untuk pembangunan Masjid Terapung Bira, peningkatan ruas jalan, pembangunan jembatan, serta pencegahan stunting dan gizi buruk.
"Ini namanya membangun wisata tapi tidak melupakan kearifan lokal. Sebab kearifan lokal yang kita dimiliki tidak dimiliki negara-negara lain" ujarnya.
Sudirman juga mendorong Pemkab Bulukumba untuk melakukan ekspor. Sebab katanya, ekspor di Sulsel mengalami peningkatan.
"Dulu kita dijajah dengan rempah-rempah. Saatnya kita jajah juga dengan rempah-rempah dengan mengirim ekspor," ungkapnya.
Sudirman lebih dalam memuji Bulukumba selain punya APBD untuk membangun, Bupati Bulukumba juga punya APBRT (Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga).
Selain bantuan keuangan di momen tersebut, Plt Gubernur juga menyerahkan Bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) dari Bank Sulselbar kepada Bupati Bulukumba untuk anggaran Pintu Gerbang Kabupaten.
Sekadar diketahui, tema peringatan HUT ke-62 Bulukumba, yaitu "Sehat dan Produktif Menuju Bulukumba Maju dan Sejahtera".
Pada suasana peringatan di ruang paripurna DPRD Bulukumba ini, Plt Gubernur Sulsel, Ketua DPRD, Bupati-Wabup, Anggota DPRD Bulukumba dan Forkopimda serta tamu undangan yang hadir mengenakan pakaian Adat Ammatoa Kajang.
Tak hanya yang hadir di acara itu, tapi seluruh aparatur pemerintah, stakeholder serta para guru dan siswa se Kabupaten Bulukumba kompak dan serentak memakai busana bernuansa hitam sebagai simbol kesederhanaan dari budaya natural di Bulukumba.
