Minyak Goreng Langka, Dewan Pastikan Stok Segera Normal
Ketua Komisi B DPRD Makassar mengaku telah koordinasi dengan distributor minyak kelapa dan stok minyak sudah mulai masuk.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Langka dan melonjaknya harga minyak goreng di pasaran membuat semua kalangan merasa resah. Hal ini dikemukakan, Ketua Komisi B DPRD Makassar, William Laurin, kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (18/02/2022).
Menurutnya, kelangkaan dan naiknya harga minyak disebabkan menipisnya stok. Bahkan, dirinya bersama anggota DPRD lainnya juga sudah melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional.
"Memang harga minyak di pasar tradisional saat ini masih tinggi di kisaran Rp20.000. Kendati begitu, dia yakin harga minyak akan turun stabil ke depan. Adapun toko retail, tetap Rp14.000/liter," aku legislator PDIP itu.
Ia juga mengakui, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan distributor minyak kelapa dan stok minyak sudah mulai masuk.
"Untuk kondisi langka sepertinya tidak akan bertahan lama menyusul stok minyak mulai masuk. Beberapa distributor mengakui sudah mulai masuk barang, kalau kami lihat memang sudah mulai mencukupi. Memang di pasar masih agak kurang stok karena penyaluran dari distributor masih lambat," kata William.
Ia pun menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan terkait distribusi dan proses pemasaran minyak goreng. Hal itu untuk mencegah adanya spekulan yang mempermainkan harga atau melakukan penimbunan.
"Kalau ada melakukan permainan harga atau melakukan penimbunan. Kami minta aparat penegak hukum segera cari pelakunya," ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan minyak goreng di Makassar tetap aman. Begitupun kebijakan satu harga komoditi tersebut sebesar Rp14 ribu sesuai dengan ketetapan kementerian perdagangan.
"Ada beberapa toko swalayan lainnya yang mengaku belum mendapat informasi. Tapi sebagian besar, ritel modern telah memberlakukan kebijakan satu harga minyak goreng. Hanya saja mereka akan melakukan penyesuaian harga,” ujarnya.
Penulis: Sakti Raja
