Muh. Syakir : Rabu, 11 November 2020 12:40
Gatot Nurmantyo

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dipastikan tidak hadir memenuhi undangan Istana untuk menerima penghargaan Bintang Mahaputera, hari ini. Pengamat menyebut absennya Gatot memberi sinyal dirinya tengah menapak ke gerbang 2024.

"Iya tentu bisa dipersepsikan sebagai persinggungan politik antara Gatot dengan Jokowi. Tapi ini ada nuansa menuju 2024 di Pilpres. Saya rasa kental suasana itu," ujar analis politik Juanda H Alim, Rabu (11/11/2020).

Menurut Juanda, secara politik sikap Gatot itu lumrah. Gatot memang butuh momen seperti itu untuk menunjukkan citra dirinya sebagai figur baru.

Hal itu untuk menunjukkan warna politiknya di mana dia berpijak. Menolak hadir ke Istana mempertegas warna politiknya yang berseberangan dengan Jokowi.

Di sini poin pentingnya. Penting bagi Gatot. Agar kata Juanda, publik tahu bahwa Gatot berdiri jelas di mana. Apakah di kubu pemerintah atau oposisi.

"Jadi Gatot tidak hadir itu juga untuk menegaskan dirinya bahwa dia berdiri di kubu kontra Jokowi. Artinya jika berhitung hitung menuju pilpres itu bagus. Gatot sudah bisa merebut satu kelompok elektoral yang selama ini berseberangan dengan kekuasaan," paparnya.

Menurut Juanda, Gatot memang butuh waktu panjang. Karena dari sekian banyak figur, ia terbilang masih rendah secara elektabilitas. Tapi bukan berarti peluangnya tipis.

"Waktu masih panjang bagi Gatot. Tinggal mencari lebih banyak momentum untuk menunjukkan citra dirinya," katanya.

Juanda mengatakan Gatot harus berkaca pada kesuksesan SBY tahun 2004 lalu. SBY muncul sebagai figur baru yang beseberangan dengan penguasa waktu itu dan berhasil memenangi pilpres menumbangkan Megawati Soekarnoputri

"Itu karena kejelian SBY memanfaatkan momentum. Ia berhasil merebut suara rakyat dengan citra dirinya," katanya.