Rabu, 23 Februari 2022 09:28

Sepekan Sulsel Tambah 10.527 Kasus, Sudah Lampaui Puncak Delta

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Percepatan vaksinasi harus dilakukan terutama menyasar kelompok rentan seperti lansia

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sulawesi Selatan mencatat lebih dari 10.000 kasus baru Corona dalam sepekan. Meski melonjak, angka kematian relatif rendah.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan perkembangan kasus Covid-19, Selasa kemarin meminta percepatan vaksinasi. Terutama pada kelompok rentan yakni lansia.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel memaparkan, bahwa serangan gelombang ketiga Covid-19 (varian Omicron) dalam satu pekan terakhir dari 15-21 Februari 2022 sebanyak 10.527 kasus. Angka ini telah melewati puncak gelombang kedua (varian Delta) pada Juli - Agustus 2021 (7 hari terkahir) dengan jumlah kasus 7.419 kasus.

Baca Juga

Sudirman juga meminta agar protokol kesehatan diperketat dan ditingkatkan. Demikian juga dengan percepatan vaksinasi, khususnya pada kaum rentan, seperti lansia dan anak, pelaksanaan vaksin booster. Adapun vaksin di Sulsel tersedia dengan cukup.

"Kita mau menyelesaikan vaksinasi untuk stok yang kita miliki. Kita melakukan percepatan untuk akselarasi," kata Andi Sudirman.

Sedangkan, Kapolda Sulsel Bapak Irjen Pol Nana Sudjana, menyebutkan kepolisian akan semakin meningkatkan edukasi dan imbauan, serta penanggulangan hoaks serta menggelar operasi yustisi. Serta mendukung vaksinasi dapat mencapai target 100 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Arman Bausat menjelaskan, walapun kasus harian meningkat secara tajam pada gelombang ketiga ini, namun angka rawat inap dan kematian masih cenderung lebih rendah dibandingkan dengan lonjakan kasus pada gelombang ke-2.

Selanjutnya, bahwa vaksin tidak 100 persen efektif mencegah seseorang terpapar, apalagi dengan adanya varian Omicron dengan tingkat reinfeksi tinggi.

"Namun, vaksin masih memberikan manfaat dalam mencegah gejala berat dan kematian. Percepatan vaksinasi harus dilakukan terutama menyasar kelompok rentan seperti lansia," ujarnya.

Hal yang perlu diwaspadai adalah peningkatan kasus pada kelompok anak-anak dan remaja yang belum terpapar dan belum pernah mendapatkan vaksinasi. Sehingga mempercepat vaksinasi untuk anak-anak untuk mengurangi immunity gap. Demikian juga testing dan tracing yang harus lebih didorong di kabupaten/kota. Prokes dan PPKM harus dilakukan tetap secara konsisten untuk meminimalkan kontak erat dan mobilisasi.

Adapun data dari Dinas Kesehatan Sulsel (Diolah dari KPCPEN) sasaran vaksinasi Sulsel dari total 7.058.141 orang, hingga 21 Februari 2022 untuk dosis 1 telah mencapai 5.886.034 (83,39 persen), dosis 2 sebanyak 3.886.259 (55,06 persen) dan dosis 3 sebanyak 127.265 (1,80 persen). Daerah dengan cakupan vaksinasi dosis 1 tertinggi Luwu 98,67 persen dan Palopo 96,88 persen. Sedangkan untuk dosis 2 tertinggi Kota Makassar 68,92 persen dan Luwu Timur 68,64 persen.

Vasinasi untuk lansia dosis 1 di Sulsel 488.338 lansia (64,77 persen). Adapun kabupaten/kota yang telah mencapai 70 persen dosis 1 yakni Luwu (109,17 persen), Luwu Utara (92,96 persen), Bulukumba (85,52 persen), Jeneponto (82,65 persen), Selayar (77,30 persen), Tana Toraja (72,70 persen), Soppeng (71,39) dan Toraja Utara (70,53 persen).

Cakupan vaksinasi dosis 1 untuk anak di Sulsel 379.039 anak (42,30 persen). Daerah yang telah mencapai 70 persen, yakni Soppeng (88,94 persen), Tana Toraja (83,15 persen), Toraja Utara (77,27 persen), Luwu (73,65 persen) dan Luwu Timur (70,58 persen).

Penulis : Supriadi
Editor : Muh. Syakir
#Varian Omicron #Kasus Corona Sulsel #Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
Berikan Komentar Anda