MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Calon Wali Kota Makassar Syamsu Rizal (Deng Ical) mengatakan pentingnya unifikasi data. Itu merupakan program 100 hari pasangan Deng Ical-Fadli Ananda (Dilan).
“Mengapa ini unifikasi data penting, supaya semua data menjadi benar,” ungkap Deng Ical saat melakukan kampanye dialogis di Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujungpandang, Rabu (11/11/2020).
Kampanye dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan kaum milenial. Meski ramai, acara tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Selama ini, kata dia, ada banyak masalah pada data yang menjadi basis pengambilan kebijakan. Termasuk data terpadu kesejahteraan social (DTKS). Akibatnya, seperti banyak dialami di lingkungan kita masing-masing. Ada yang harusnya berhak dapat bantuan, justru tidak dapat. Sebaliknya, ada yang tidak seharusnya dapat, justru dapat.
“Inilah yang akan kita benahi. Melalui forum RT/RW, data ini akan diperbaiki. Semua stakeholder terkait hadir, sehingga bisa saling mengoreksi,” paparnya.
Selanjutnya, data tersebut akan ditempel di tempat-tempat umum sebagai uji public. Jika ada yang perlu dikoreksi maka, silakan dikoreksi, hingga jangka waktu yang ditetapkan dan datanya benar-benar akurat.
Data ini akan mencakup semua aspek. Mulai dari warga miskin, pengangguran, janda-janda tua, orang-orang yang tidak lagi produktif. Termasuk warga dengan keahlian masing-masing. Misalnya yang jago bikin kue, bikin kerupuk, bikin industry rumah tangga lainnya.
Setelah semua data ini rampung, akan dilanjutkan dengan pembuatan program. Salah satunya adalah program bapak angkat. Program ini akan membagi habis semua warga miskin, sehingga tidak ada lagi warga miskin yang masih pusing mau makan apa besok. Tidak ada lagi yang pusing soal biaya sekolah, biaya kesehatan.
“Semua akan dibagi habis. Mulai dari pejabat di lingkup Pemkot Makassar hingga wali kota dan wakil wali kota. Kalau belum juga habis terbagi, maka akan didistribusi ke pihak swasta. Tentu dengan kompensasi insentif dan disinsentif yang menjadi bagian dari program pemerintah kota lainnya,” jelas dokter kebijakan public ini.
“Selanjutnya, tidak usah ki ragu. Semua program ini bisa dilaksanakan dengan baik. Dengan catatan, kasi jadimiki dulu Deng Ical dan Dokter Fade sebagai Wali kota dan Wakil Wali Kota untuk layaniki semua,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Quick Count Pilwalkot Makassar (22,40%): Appi-Aliyah 54,10%, Seto 28,04%, Indira-Ilham 13,18%
-
PILWALKOT MAKASSAR: Ditemani Istri, Appi Jalan Kaki Nyoblos ke TPS 002 Sawerigading
-
PILWALKOT MAKASSAR: Usai Nyoblos, Andi Seto dan Istri Keliling Pantau TPS
-
Seto-Rezki Vs Munafri-Aliyah Selisih 5%, Pengamat: MULIA Tergerus
-
Raffi Ahmad hingga Tokoh Sulsel Hadiri Kampanye Akbar Seto-Rezki Hari ini