Jumat, 04 Maret 2022 21:09

JK Khawatir Penundaan Pemilu Bisa Berujung Konflik

Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) didampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat acara Mubes IKA Unhas di Makassar. (Supriadi)
Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) didampingi Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat acara Mubes IKA Unhas di Makassar. (Supriadi)

Usulan menunda pemilu muncul dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, disusul Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) mengingatkan untuk berhati-hati terhadap kemungkinan tertundanya Pemilihan Umum 2024. JK menegaskan, jika memperpanjang waktu pemilihan yang telah ditetapkan adalah melanggar konstitusi.

“Memperpanjang itu tidak sesuai dengan konstitusi,” tegas JK usai menghadiri Mubes IKA Universitas Hasanuddin (Unhas) di Hotel Four Point Makassar, Jumat (3/4/2022).

“Kecuali kalau konstitusinya diubah,” imbuh JK.

Baca Juga

Lebih jauh JK berpendapat, jika bangsa Indonesia memiliki sejarah Panjang tentang konflik. Sehingga JK berpendapat untuk memilih taat pada konstitusi saja.

“Kita terlalu punya konflik. Kita taat pada konstitusi. Itu saja,” tegas politisi senior berlambang pohon beringin itu lagi.

Sebelumnya, JK juga mengemukakan, jika konstitusi sudah mengamanatkan pemilihan umum digelar lima tahun sekali. JK khawatir, jangan sampai wacana tertunda-tundanya pemilu karena masalah adanya pihak yang ingin mementingkan diri sendiri.

“Konstitusinya lima tahun sekali. Kalau tidak taat konstitusi maka negeri ini akan ribut,” tulisnya lagi.

Untuk diketahui, ide tertunda-tunda Pemilu 2024 muncul belakangan, tidak lama setelah diumumkan pengumuman Pemilu 2024 oleh KPU RI. Usulan menunda pemilu dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Usulan itu kemudian disusul Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.

Penulis : Supriadi
Editor : Amrin
#JK Khawatir #Penundaan Pemilu
Berikan Komentar Anda