Kamis, 10 Maret 2022 11:59

Kata WHO Soal RI Cabut Tes Corona Sebagai Syarat Perjalanan: Berisiko

Kata WHO Soal RI Cabut Tes Corona Sebagai Syarat Perjalanan: Berisiko

Salah satu yang disoroti Endang adalah dicabutnya tes PCR dan antigen sebagai syarat perjalanan.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menanggapi beberapa pelonggaran yang diterapkan pemerintah seiring turunnya angka kasus Corona. WHO menilai kebijakan itu bisa sangat berisiko.

"Itu bisa memicu kekhawatiran. Karena pada dasarnya vaksin itu tidak 100% mencegah penularan. Vaksin hanya mengurangi risiko gejala berat," terang

Endang Wulandari dari WHO Indonesia, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga

Salah satu yang disoroti Endang adalah dicabutnya tes PCR dan antigen sebagai syarat perjalanan. Bagi pelaku perjalanan laut, udara dan darat dalam negeri tidak dipersyaratkan lagi menggunakan hasil tes PCR dan antigen untuk bepergian. Yang penting sudah vaksin lengkap.

"Jadi kita lihat untuk status vaksin lengkap ini, dari studi-studi yang sudah kita lakukan sekarang itu menurunkan risiko keparahan kasus yang lebih dominannya, jadi risiko transmisi-nya itu belum terlalu melihat menurunkan risiko transmisi kasus tersebut," terang Endang dalam agenda daring Kamis (10/3/2022).

Selain itu, menurutnya upaya pencegahan risiko COVID-19 tidak hanya didasari satu hal saja. Perlu juga ada kedisiplinan protokol kesehatan untuk meminimalisir kembali peningkatan kasus COVID-19.

"Tetapi untuk transmisi tadi yang ditanyakan, apakah penumpang keluar kota dengan status vaksin lengkap itu dapat berisiko meningkatkan kembali kasus, tools upaya pencegahannya harus dilakukan secara berlapis," kata dia.

"Tidak hanya dengan satu tools saja begitu, jadi misalnya dengan menerapkan prokes, jadi walaupun mungkin di Indonesia sudah ada kebijakan untuk pelonggaran penumpang yang tidak mewajibkan antigen, tetapi tentunya orang-orang tersebut harus juga melakukan prokes," sambung Endang.

Terkait testing COVID-19 disebutnya bisa lebih difokuskan pada kasus-kasus suspek atau orang yang dicurigai terpapar COVID-19 lantaran memiliki kontak erat atau bergejala.

"Sebenarnya untuk kasus yang diperiksa atau dites, itu memang lebih bagus lagi apabila kita melihat dari suspek kasus tersebut jadi bukan skrining secara global tapi lebih tertarget dengan suspek," beber dia.

Sehingga kasus yang didapatkan bisa lebih spesifik. Menurutnya, dengan adanya pelonggaran tersebut, kita bisa menyikapinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dilakukan oleh semua pelaku perjalan di dalam negeri.

Editor : Muh. Syakir
#Tes PCR Dicabut #WHO #Kasus Corona #Tes Antigen
Berikan Komentar Anda