Muh. Syakir : Jumat, 18 Maret 2022 09:07
Kepala BPKA Andi Amanna Gappa bertemu Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel, Andi Amanna Gappa melaporkan kendala teknis yang tengah dihadapi terkait penetapan lokasi stasiun kereta api di Parangloe. Stasiun terhambat oleh pembebasan lahan.

Hal ini dilaporkan Amanna kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, kemarin. Andi Amanna Gappa melaporkan, untuk masalah penetapan lokasi stasiun di Parangloe, akan dilakukan telaah lebih dalam.

Karena itu, ia meminta pertimbangan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Gubernur Sulsel, untuk penetapan lokasinya.

"Untuk penetapan lokasi stasiun di Parangloe ini ada sedikit masalah. Kita sementara telaah. Agar ada jalan keluar secepatnya," ungkap Amanna Gappa.

Dijelaskan Amanna, kendala lokasi ini cukup menghambat. Padahal, persiapan penempatan sudah melalui kajian dan titik di Parangloe dianggap cukup ideal sebagai stasiun.

"Karena itu kita harapkan dukungan penuh semua stakeholder. Termasuk masyarakat setempat agar penyelesaian stasiun bisa lebih cepat," pinta Amanna.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, kereta api adalah proyek strategis nasional yang harus didukung oleh pemerintah setempat. Menurutnya, dalam setiap proyek pemerintah, selalu ada polemik, termasuk dalam hal pembebasan lahan ataupun penetapan lokasi.

"Komunikasikan dengan baik. Yang terpenting adalah jangan melanggar aturan dan dokumen-dokumennya harus lengkap. Minta juga rekomendasi dari BPKP dan Kejaksaan," pesan Andi Sudirman.

Ia juga berpesan agar BPKA tetap mengikuti alur tahapan pelaksanaan yang ada. Sudirman mengingatkan jangan ada langkah yang menabrak aturan.

"Setiap tahapan pelaksanaan itu harus lengkap dokumennya, sesuai alur tahapan pelaksanaan yang ada. Saya yakin ada jalan keluar," pungkasnya.