Muh. Syakir : Minggu, 20 Maret 2022 13:38
39 remaja yang diamankan saat hendak menyerang permukiman warga.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - 39 remaja yang diduga kawanan gangster diringkus polisi di Jalan Gunung Latimojong, Makassar saat hendak menyerang permukiman warga, Rabu dini hari (16/3/2022). Polisi menyita puluhan senjata tajam seperti parang dan panah (busur).

Berita ini menempati rating favorit TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA, pekan ini. Disusul kabar soal penempatan 6 pejabat baru hasil lelang jabatan oleh Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman.

Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar mengonfirmasi, kawanan gangster ini rata-rata masih berusia belasan. Mereka diduga sengaja dimobilisasi untuk membuat keributan di permukiman warga.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto mengatakan, para geng motor itu rata-rata tergolong masih remaja. Mereka diamankan saat hendak akan tawuran menggunakan senjata tajam berupa parang, busur panah, badik, dan petasan.

“Para remaja ini diduga kerap beraksi dengan menyerang salah satu kelompok lain. Dari penangkapan mereka petugas amankan juga sejumlah benda tajam," ujar Kombes Budi.

Dia menjelaskan, bahwa para remaja ini akan beraksi dengan melakukan penyerangan di Jalan Gunung Latimojong, Makassar, sekitar pukul 02.30 Wita dini hari. Polisi menerima laporan beberapa saat sebelum penyerangan.

Pihak Polsek Ujung Pandang yang menerima laporan itu akhirnya diback up Jatanras Polrestabes Makassar ke lokasi. Alhasil, 39 remaja berhasil diamankan dengan sejumlah senjata tajam.

"Jadi awalnya petugas dapat informasi jika ada kelompok remaja yang akan menyerang kelompok lain, akhirnya petugas bergerak cepat meringkus mereka," kata Budi.

Atas perbuatannya, para remaja itu akhirnya disanksi disiplin dengan pemberian pembekalan dan edukasi di Mapolrestabes Makassar.

"Jadi nantinya akan dipulangkan tetapi, sebelumya akan diberikan pembekalan dan edukasi agar tidak lagi melakukan hal serupa. Semoga dengan pembekalan tersebut kita berharap mereka bisa menyadarkan anak-anak tersebut. Tentunya penegakan hukum secara keras tetapi ketika hukum kita tegakkan belum tentu kita berhasil menyadarkan mereka," terang Kombes Budi.

Astina Abbas Kadis PUTR, Setiawan Kadisdik

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melantik 6 pejabat hasil lelang jabatan, Rabu (16/3/2022). Keenam pejabat ini merupakan bagian dari 14 posisi eselon II yang tengah dilelang.

Di sela-sela pelantikan, Sudirman menyampaikan, enam pejabat baru ini dipilih berdasarkan berbagai kriteria. Mereka dihasilkan dari proses yang objektif dan terbuka.

"Karena itu ini adalah pilihan paling kredibel dari berbagai penilaian. Kami harapkan Anda semua bisa menjalankan amanah dengan baik. Selamat bekerja," kata Sudirman.

Adapun 6 (enam) pejabat eselon II yang dilantik yakni Kepala Dinas PUTR Sulsel Astina Abbas, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad, Kepala Biro Hukum Setda Sulsel Marwan Masyur, Kepala Biro Umum Setda Sulsel Eka Prasetya, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sulsel Winarno Eka Putra dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel Iqbal Najamuddin.

Diketahui, 14 posisi yang dibuka untuk lelang jabatan. Namun, baru enam pejabat yang diambil sumpahnya. Sementara delapan jabatan lainnya masih menunggu jadwal pelantikan.

Sudirman menyebutkan, bahwa pelantikan hasil lelang jabatan akan dilaksanakan secara bertahap.

Delapan jabatan tersisa yang akan dilantik pada tahap berikutnya adalah Inspektur Daerah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa serta jabatan Direktur RS Umum Haji.

Sulsel sendiri telah dapat menerapkan sistem meritokrasi. Terutama pada jabatan yang lowong.

Ini untuk memanfaatkan penghargaan sebagai provinsi terbaik pertama Anugerah Meritokrasi tahun lalu. Sehingga, pengembangan dan penerapan meritokrasi atau sistem merit dalam proses promosi dan mutasi pejabat lingkup Pemprov Sulsel bisa dilakukan.

"Ke depan kita rencana meritokrasi. Kita memanfaatkan sertifikat yang dikasi oleh KASN," sebutnya.

Adapun jabatan yang kemudian lowong atau kosong Yakni, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

Kepala Badan Kepegawaian Sulsel Imran Jausi menjelaskan bahwa pelantikan secara bertahap bisa dilakukan kapan saja oleh gubernur. Delapan jabatan yang belum dilantik sudah memiliki tiga besar nama dari hasil seleksi lelang jabatan.

"Juga termasuk atas pertimbangan, terdapat program prioritas yang masih dikawal Plt. Sehingga belum dilakukan pelantikan karena belum habis masa tugas sebagai Plt dua kali tiga bulan," ucapnya.

Pada pelantikan ini juga dirangkaikan dengan launching Core Values “BerAKHLAK” dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” oleh Gubernur Sulsel yang juga disaksikan oleh bupati/wali kota dan ASN se-Sulsel secara virtual.