Selasa, 29 Maret 2022 19:19

Dari Coffe Morning Diskominfo Makassar: Stok Minyak Goreng Hanya Terpenuhi 30%

Coffe morning Diskominfo Makassar, di Warunk Upnormal, Jalan Boto Lempangang, Selasa (29/03/2022).
Coffe morning Diskominfo Makassar, di Warunk Upnormal, Jalan Boto Lempangang, Selasa (29/03/2022).

Ketidakseimbangan antara permintaan minyak goreng dan ketersediaannya baik di retail maupun di pasar tradisional membuat stok terbatas.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kelangkaan minyak goreng menjadi isu sentral saat ini. Karena itu semua elemen pemerintah berkewajiban memberi solusi.

"Masalah minyak goreng jadi isu nasional. Semua ikut terdampak. Kita berharap ada upaya konkret segera teratasinya masalah ini," ujar Kepala Diskominfo Makassar Mahyudin dalam coffee morning di Warunk Upnormal, Jalan Bonto Lempangan, Makassar, Selasa (29/03/2022).

Menurut Mahyudin minyak goreng menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga dipandang perlu dilakukan komunikasi dengan instansi terkait dalam melakukan tindakan dalam meminimalisir kelangkaan.

Baca Juga

"Saya rasa dalam forum ini (coffe morning) masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait harga dan ketersediaan minyak goreng di Kota Makassar," harap Mahyudin.

Selain minyak goreng, kata Mahyudin, bahan pokok lainnya juga mengalami kekurangan bahkan stoknya terbatas. Menjadi sangat urgen karena ini terjadi menjelang masuknya bulan Ramadan.

"Bukan hanya minyak goreng, bahan pokok lainnya juga mengalami kenaikan dan keterbatasan stok juga dibahas," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Makassar Arlien Ariesta mengatakan, salah satu tugas Disdag adalah melakukan pemantauan harga di pasar. Apalagi, ketidakseimbangan antara permintaan minyak goreng dan ketersediaannya baik di retail maupun di pasar tradisional membuat stok terbatas.

"Informasi dari distributor, pre order yang dipesan lewat produsen hanya bisa dipenuhi 30 persen dari jumlah permintaan. Memang diakui bahwa stok terbatas, informasi dari distributor pre order mereka tidak terpenuhi 100 persen hanya 30 persen," jelasnya.

Kata dia, minyak goreng merupakan komoditas yang memiliki tingkat inflasi yang bervariasi. Karena produksi bahan baku minyak goreng dipengaruhi harga global.

"Tingginya harga minyak goreng terjadi sejak akhir tahun 2021 lalu," akunya.

Pemerintah, tambah Arlien sudah melakukan berbagai upaya, misalnya melakukan intervensi dengan menerapkan subsidi minyak kemasan dengan harga Rp14 ribu per liter. Namun, kebijakan tersebut hanya bertahan dua bulan lebih.

Pemerintah kemudian menghilangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak kemasan. Sementara harga minyak curah diberikan HET Rp14 ribu per liter.

"Ada beberapa kendala sehingga HET minyak goreng curah Rp14 ribu dan premium diserahkan ke mekanisme pasar," jelasnya.

Pj Direksi PD Pasar Makassar Raya Thamrin Mensa menyampaikan, PD Pasar hanya sebatas melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional. Sejauh ini, minyak goreng memang menjadi komoditas yang dikeluhkan masyarakat. Selain mahal, stoknya juga terbatas.

"Item-item yang mengalami kenaikan harga hanya minyak goreng, bawang putih, telur, dan cabai," beber Thamrin Mensa.

Penulis: Sakti Raja

Editor : Muh. Syakir
#Minyak Goreng Langka #Diskominfo Makassar
Berikan Komentar Anda