Senin, 16 November 2020 09:06

Siap-siap! Januari 2021 Premium Dihapus di Jawa, Indonesia Timur Nyusul

Ilustrasi
Ilustrasi

Premium akan dihapus Tahun 2021. Premium harusnya sudah berlaku di seluruh Nusantara. Karena premium bukan lagi standar BBM yang ideal untuk sekarang ini.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah bakal menghapus penggunaan BBM jenis premium mulai Januari 2021. Kebijakan baru ini akan berlaku bertahap dimulai dari Pulau Jawa-Bali dan menyusul Indonesia timur.

Jawa dan Bali akan diberlakukan efektif Januari 2021. Sementara Indonesia kemungkinan akan berlaku pada semester dua di tahun yang sama.

"Kebijakan ini memang sudah dirancang sejak 2015. Setelah melihat perkembangan yang ada, maka sosialisasi dimulai Januari. Selain Jawa, Bali juga Madura," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) MR Karliansyah, Ahad (15/11/2020).

Baca Juga

Karliansyah mengatakan, Pertamina diberi waktu 2 tahun untuk menghapus premium. Menurutnya di banyak negara premium memang sudah tak digunakan. Harusnya sejak beberapa tahun lalu kebijakan ini diuji coba.

Menurut pakar energi, seharusnya Premium sudah dihapuskan sejak 2018 jika mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, dan Kategori O.

"2018 sebenarnya (Premium/bahan bakar RON 91 ke bawah) sudah dihapuskan," kata Direktur Eksekutif EnergyWatch Mamit Setiawan dikutip detikcom, Minggu (15/11/2020).

Pengamat energi dan sumber daya mineral Erlon Fadillah mengatakan, secara regulatif penghapusan premium memang sudah harus berlaku sejak tiga tahun lalu. Tetapi kesiapan teknis Pertamina memang belum sampai ke sana.

Tahun 2021 kata dia, harusnya sudah berlaku di seluruh Nusantara. Karena premium bukan lagi standar BBM yang ideal untuk sekarang ini.

"Saya kita tidak butuh waktu terlalu lama. 2021 semua provinsi sudah bisa berlaku. Tinggal bagaimana penyesuaian harga Pertalite dan Pertamax bisa dibuka lebih terjangkau," paparnya.

Erlon juga meyakini Indonesia timur sudah memungkinkan menerima perubahan itu. Jadi interpal waktu penghapusan Premium di Tanah Air tidak perlu terlalu jauh antara satu provinsi dengan provinsi lain.

Editor : Muh. Syakir
#Pertamina #Pertalite #Pertamax #BBM
Berikan Komentar Anda