Realisasi APBN Bosowa Rp369 M, Diharap Segera Pacu Pemulihan Ekonomi
Belanja Bantuan Sosial merupakan satu-satunya belanja pemerintah pusat yang belum terdapat realisasi atau 0,00%
BONE, PEDOMANMEDIA - Realisasi belanja APBN di wilayah KPPN Watampone yang meliputi Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo (Bosowa) sampai dengan triwulan I 2022 sebesar Rp369,81 miliar. Angka ini tumbuh 0,59% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN), dari total realisasi belanja tersebut, Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp242,87 miliar atau 18,32% dari total pagu sebesar Rp1,33 triliun dan Tansfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp126,94 miliar atau 10,57% dari pagu sebesar Rp1,20 triliun.
Data tersebut menggambarkan bahwa belanja satker lingkup KPPN Watampone secara rata-rata telah melampaui target nasional triwulan I 2022 sebesar 15%. Sementara realisasi untuk TKDD bagi Pemda Bosowa masih di bawah target nasional sebesar 15% pada triwulan I 2022.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di BOSOWA sampai dengan bulan Maret 2022 terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.183,83 miliar atau 18,32% dari pagu sebesar Rp.972,27 miliar. Belanja Barang terealisasi sebesar Rp.50,35 miliar atau 15,92% dari pagu sebesar Rp.316,36 miliar. Belanja Modal terealisasi sebesar Rp.8,69 miliar atau 29,71% dari pagu sebesar Rp.29,25% dan merupakan terbesar realisasinya.
Kepala KPPN Watampone Rintok Juhirman mengungkapkan, Belanja Bantuan Sosial merupakan satu-satunya belanja pemerintah pusat yang belum terdapat realisasi atau 0,00% dari pagu sebesar Rp8,19 miliar.
Untuk TKDD di BOSOWA terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dengan pagu sebesar Rp527,08 miliar dan belum terdapat realisasi.
DAK Non Fisik telah terealisasi sebesar Rp63,64 miliar atau 31,33% dari total pagu sebesar Rp203,12 miliar. Untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan BOP Kesetaraan yang dikelola oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Realisasi DAK non-Fisik merupakan yang terbesar persentasenya pada triwulan I 2022 ini. Tentunya juga sangat bermanfaat bagi sekolah atau satuan pendidikan. Dengan telah tersalurkannya dana BOS dan BOP untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di BOSOWA.
Sementara itu, untuk Dana Desa (DD) terealisasi sebesar Rp63,30 miliar atau 13,44% dari total pagu sebesar Rp471,15 miliar. Bila dilihat lebih detail per kabupaten, Kabupaten Bone terealisasi sebesar Rp44,81 miliar atau 14,24% dari pagu sebesar Rp314,66 miliar.
Kabupaten Soppeng terealisasi sebesar Rp9,11 miliar atau 21,05% dari pagu sebesar Rp43,25 miliar, dan Kabupaten Wajo terealisasi sebesar Rp9,39 miliar atau 8,29% dari total sebesar Rp113,24 miliar.
"Melalui percepatan realisasi APBN Tahun Anggaran 2022 secara akuntabel oleh Satker dan pemda mitra kerja KPPN Watampone diharapkan dapat bermanfaat guna pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir," harap Rintok Juhirman.
