Pilwalkot Makassar
Bassi Barania Tamalate Terus Blusukan Sosialisasikan Danny-Fatma
Di Kecamatan Tamalate sendiri, Sekretariat Bersama (Sekber) Menara Bassi Barania Tamalate masih punya dua agenda blusukan ke depan. Tentu akan kembali dimanfaatkan dengan meningkatkan tensi sosialisasi. Apalagi, Tamalate merupakan wilayah dengan penyumbang suara pemilih terbesar di Makassar.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Komunitas Bassi Barania Tamalate terus melakukan blusukan menyisir lorong untuk memenangkan Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma). Blusukan terus dilakukan menjelang Pilwalkot Makassar 9 Desember mendatang.
Ratusan pendukung, simpatisan dan loyalis Danny-Fatma pun tidak ingin ketinggalan bersosialisasi sekaligus membagikan masker kepada masyarakat. Tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Di Kecamatan Tamalate sendiri, Sekretariat Bersama (Sekber) Menara Bassi Barania Tamalate masih punya dua agenda blusukan ke depan.
Tentu akan kembali dimanfaatkan dengan meningkatkan tensi sosialisasi. Apalagi, Tamalate merupakan wilayah dengan penyumbang suara pemilih terbesar di Makassar.
"Blusukan hari ini tentu kita evaluasi. Apa yang jadi kekurangan kita benahi. Tentu ke depan kita akan lebih praktis dan lebih menyentuh masyarakat lewat kerja-kerja komunitas yang berada di kelurahan sebagai tuan rumah untuk blusukan. Dan yang pasti kita akan lebih awal mengenal wilayah blusukan nantinya," ujar Penanggungjawab Menara Bassi Barania Muhammad Junaid Daeng Jama.
Begitu juga yang dikatakan Sekretaris Sekber Menara Bassi Barania Tamalate Armin Dg Tojeng, agenda blusukan siang tadi akan dibenahi. Meski diakuinya berjalan dengan lancar dan aman.
"Masih banyak yang perlu kami evaluasi/benahi bersama. Semoga blusukan berikutnya bisa lebih baik. Yang pasti kita satu tujuan Adama pemenangnya," singkatnya.
Koordinator Blusukan Kecamatan Tamalate Asrul Dg Serang menambahkan, sebisa mungkin jumlah komunitas bertambah pada agenda blusukan yang tersisa berikutnya, kedua dan ketiga.
"Untuk agenda hari ini di Kelurahan Mangasa berjalan baik. Ada 53 komunitas yang tersebar di Makassar turun, itu berjalan sesuai rencana. Menyisir tiga blok. Kita juga telah menyiapkan parkiran dan titik kumpul massa. Sehingga proses blusukan tidak mengakibatkan kemacetan," ujar Asrul yang juga sebagai ketua Likma Indonesia.
Terlepas dari itu, pihaknya juga tetap mengikuti imbauan Bawaslu Kota Makassar yang keluarkan per 15 November belum lama ini yang mengatur soal rambu-rambu metode blusukan. Tidak memperbolehkan peserta berkampanye dengan cara pawai menggunakan kendaraan dan berjalan kaki di jalan raya.
