MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Sejumlah fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan Najamuddin Sewang (32). Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto menyebut, pembunuhan Najamuddin sudah direncanakan sejak 2020.
"Sudah ada rencana pembunuhan sejak tahun 2020. Rencana itu diikuti dengan berbagai teror terhadap korban," jelas Budhi dalam keterangan pers, Senin (18/4/2022).
Menurut Budhi, pembunuhan terhadap Najamuddin baru terlaksana di 2022. Namun semua diawali berbagai teror di rumah korban.
“Ternyata kasus ini sudah direncanakan dari tahun 2020. Dan pada tahun 2022 baru terlaksana. Mulai dari aksi teror ke rumah korban,” kata Budhi.
Budhi menyebut, Iqbal Asnan adalah otak dari semua teror terhadap korban. Karena tak puas dengan terornya, maka Iqbal merencanakan pembunuhan.
Akhirnya ia mencari orang untuk membunuh korban. Sampai kemudian Iqbal bertemu SL. Iqbal dan SL masih satu kampung. SL pun bersedia jadi eksekutor.
"Dia (eksekutor) merasa ibah karena sekampungnya disakiti. Sehingga otak pelaku MIA (Muhammad Iqbal Asnan) memerintahkan eksekutor dengan imbalan ucapan terima kasih sebesar Rp85 juta," beber Budhi.
Dalam kasus ini, peran Kasatpol PP Muhammad Iqbal Asnan sangat sentral.
"Ia selaku otak penembakan atau orang yang menyuruh terjadinya penembakan tersebut,” jelas Budhi.