Sabtu, 21 November 2020 09:43

Jokowi Tambah Utang Lagi, Pengamat: Beban Negara Makin Berat

Ilustrasi
Ilustrasi

Langkah Jokowi bisa menjadi masalah besar bagi keuangan negara. Beban utang yang ada sekarang sudah sangat berat dan butuh minimal 4 periode kepemimpinan untuk menyelesaikannya.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Indonesia kembali manambah limit utang luar negeri usai menerima pinjaman dari Jerman. Pinjaman bilateral yang ditarik Indonesia senilai 550 juta Euro atau setara Rp 9,1 triliun.

Perjanjian itu ditandatangani secara terpisah di kantor Bank Pembangunan Jerman (KFW) di Frankurt, Jerman dan di Kementerian Keuangan, Jakarta. Pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk penanganan Corona.

Kebijakan Presiden Jokowi ini dikritik pengamat politik. Kepala negara dinilai sangat naif karena penambahan utang akan membuat beban negara kian berat.

Baca Juga

Mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli mengatakan, Jokowi akan meninggalkan beban berat bagi keuangan negara, mengingat utang utang itu berdurasi panjang. Utang di tengah resesi juga dinilai tak menyelesaikan persoalan.

"Jokowi mengambil kebijakan keliru. Saat kita resesi justru menambah utang.0 Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah," tulis Rizal Ramli di akun Twitter pribadinya seperti dikutip pada Sabtu (21/11/2020).

Rizal menuliskan, Indonesia mulai kembali menumpuk utang dari pinjaman bilateral setelah sebelumnya banyak menarik utang dari obligasi. Makanya mulai ganti stratetegi jadi 'pengemis utang bilateral' dari satu negara ke negara lain.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga mendapat pinjaman dari Pemerintah Australia dengan nilai mencapai 1,5 miliar dollar Australia. Angka tersebut setara dengan Rp 15 triliun lebih.

Pengamat ekonomi Sjamsul Ridjal menilai langkah Jokowi bisa menjadi masalah besar bagi keuangan negara. Beban utang yang ada sekarang sudah sangat berat dan butuh minimal 4 periode kepemimpinan untuk menyelesaikannya.

"Beban negara semakin berat karena utang utang itu akan menguras APBN. Seharusnya di masa pandemi utang dihentikan dulu. Tidak ada urgensi utang untuk mengatasi Corona. Fase kita sekarang adalah memulihkan ekonomi," kata Sjamsul.

Editor : Muh. Syakir
#Utang Luar Negeri #Presiden Jokowi
Berikan Komentar Anda