Kalem Sasa: Saya Bukan Tim Nivi dan tak Pernah Intimidasi Kader Posyandu
Kapala Lembang Sasa Benyamin merasa difitnah oleh Ambe Datu, dengan mengatakan bahwa dirinya menahan gaji kader posyandu bernama Mariana selama 5 bulan. Padahal, soal tertundanya pembayaran gaji bukan karena ia tahan, tapi karena terkendala tahapan pencairan dana lembang.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Lembang (Kalem) Sasa, Benyamin Bongga Karua membantah telah mengintimidasi dan mengancam akan memecat seorang kader posyandu karena tak mendukung pasangan Nicodemus-Victor (Nivi) di Pilkada Tator. Benyamin menyebut dirinya sama sekali tak terkait dengan pilkada.
"Nda benar itu. Kepala Lembang Sasa (Benyamin Bongga) tidak ada kaitannya dengan Nivi. Dia bukan tim Nivi," terang kuasa hukum Benyamin, Pither Ponda dalam keterangannya, Senin (23/11/2020).
Bantahan ini disampaikan terkait berita berjudul "Tak Dukung Petahana, Kepala Lembang di Tator Tahan Gaji Kader Posyandu 5 Bulan". Berita ini dimuat PEDOMANMEDIA, Senin (23/11/2020).
Menurut Pither, Kapala Lembang Sasa Benyamin merasa difitnah oleh Ambe Datu, dengan mengatakan bahwa dirinya menahan gaji kader posyandu bernama Mariana selama 5 bulan. Padahal, soal tertundanya pembayaran gaji bukan karena ia tahan, tapi karena terkendala tahapan pencairan dana lembang.
"Dia juga mengatakan kapala lembang mengintimidasi korban bernama Mariana R. Bahkan mengancam akan memecatnya dari kader posyandu, jika tidak memilih petahana. Kami perlu jelaskan bahwa Saudara Benyamin Bongga Karua Kapala Lembang Sasak bukan tim kampanye Nivi, jadi tidak ada kaitannya dengan pilkada. Sedangkan mengenai dana Honor Kader Posyandu tidak pernah ditahan, tapi tahapan pencairan dana lembang. jadi tidak pernah menahan pembayaran honor tersebut," jelas Pither.
"Kami harapkan kiranya hak jawab atas pemberitaan tersebut segera dimuat, guna menghindari fitnah kepada klien kami, agar berita klarifikasi ini diterbitkan," harapnya.
Sebelumnya diberitakan kepala lembang di Tana Toraja dilaporkan mengancam kader posyandu jika tak memilih pasangan Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nivi). Tindakan intimidasi ini diduga dilakukan Kepala Lembang Sasa, Kecamatan Bittuang, Benyamin Bongga Datu. Korban bernama Mariana R.
Kasus ini dilaporkan oleh salah seorang warga bernama Ambe Datu, Minggu (22/11/2020).
