Muh. Syakir : Minggu, 12 Juni 2022 10:20

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kabar heboh soal brand kosmetik ilegal di Makassar menempati rating teratas TOP SEPEKAN PEDOMANMEDIA, pekan ini. Lalu disusul kabar soal kemungkinan Indonesia lockdown lagi jika Corona terus melonjak sampai Juli.

Dua berita ini menjadi kabar terfavorit dan paling banyak menyedot perhatian publik. Kami mengulasnya kembali dalam TOP SEPEKAN.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar mengungkapkan, hampir seluruh brand kosmetik yang beroperasi di Makassar berstatus ilegal. BPOM menyebut, tak satupun produk dari brand-brand ini yang pernah melalui uji laboratorium.

"Hasil identifikasi sementara ada 7 brand. Jelas ini ilegal ya. Pertama tidak ada izin edarnya. Kedua, tidak ternotifikasi di BBPOM," beber Bagian Sertifikasi BPOM Makassar Abdulrahman, kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (10/06/2022).

Abdulrahman menjelaskan, untuk mengetahui produk kosmetik ilegal yang beredar bisa dilakukan pengecekan di aplikasi Cek BPOM. Di mana, aplikasi tersebut sangat akurat dalam pendataan.

Mulai dari nomor registrasi, nama produk, dan produsen atau importir semua terinventarisasi. Adapun produk yang tidak terinventarisiasi kata Abdulrahman, menunjukkan produk tersebut ilegal.

"Di aplikasi Cek BPOM bisa kita lihat langsung hasilnya produk itu terdaftar atau tidak. Atau langsung mendatangi kantor BBPOM Makassar, untuk mempertanyakannya," jelas dia.

Abdulrahman mengatakan, di Makassar hampir seluruh produk kosmetik tidak terdaftar di BPOM. Menurutnya, mereka sulit untuk mengambil izin edar karena harus menempuh prosedur yang ketat.

Dari banyak produk lanjut Abdulrahman, dominan menggunakan bahan baku terlarang. Ini secara otomatis tidak akan lolos uji laboratorium.

"Jadi konsumen sekarang harus jeli. Jangan pakai produk yang ilegal. Efek jangka panjangnya sangat berbahaya," tandasnya.

Hasil penelusuran via aplikasi Cek BPOM, 7 brand yang tidak terdaftar di antaranya Feni Frans. Feni Frans punya empat produk yakni Handbody Booming, Handbody FF, Cream FF dan Pelangsing FF. Empat produk ini berdasarkan penelusuran di aplikasi BPOM, sama sekali tak terdaftar alias ilegal.

"Kalau tak terinventarisir di aplikasi Cek BPOM artinya itu produk ilegal," terang Abdulrahman.

Feni Frans sendiri termasuk salah satu owner kosmetik kenamaan. Namanya melambung dalam setahun belakangan setelah produk-produknya jadi konsumsi masyarakat luas.

Selain Feni Frans ada juga brand Hj Imelda Yunus. Owner ini punya 2 produk yakni Pinky Beauty Cream dan Handbody Pinky Beauty. Hasil penelusuran di aplikasi BPOM, produk Imelda Yunus juga tak ditemukan di aplikasi BPOM.

Kemudian ada brand Abhel Figo yang beralamat di Jalan Sabutung Baru, Makassar. Abhel Figo punya satu produk ternama yakni Cream AF. Ini pun juga tak terdaftar.

Selanjutnya ada owner bernama Nurul. Produknya ada 4. Di antaranya Cream NRL, Handbody NRL, Gold Serum dan Collaplus NRL. Sama dengan owner lainnya, produk-produk Nurul juga ilegal.

Ada juga owner Syahraeni. Syahraeni dalam hasil penelusuran punya 3 produk. Yakni Cream SYR Glow, Handbody SYR dan Serum SYR. Ia juga adalah Pemilik Klinik SYR di Jalan Korban 40.000 Jiwa.

3 produk Syahraeni tak terdaftar dalam aplikasi BPOM.

Ada juga owner Mimi Hamsyah. Mimi Hamsyah punya 3 jenis prodak. Yakni MH Whitening Skinker, Toner Miracle MH. dan lipstik. 3 produk milik Mimi juga tak terinventarisir di aplikasi BPOM.

Yang terakhir adalah Jeng Ranti. Jeng Ranti diketahui punya 4 produk. Yakni Bodi Wash Super Whitening, Handbody Super Whitening, Bleaching Super Whitening dan Cream. Sama dengan 6 owner lainnya, Jeng Ranti juga tak ditemukan di daftar resmi BPOM.

Corona Melonjak Lagi

Kasus Corona kembali meningkat dalam tiga pekan terakhir. Jika sampai bulan Juli angka kasus tak terkendali Indonesia memungkinkan kembali lockdown.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut, ada lonjakan cukup tinggi. Namun positive rate masih terbilang rendah.

"Ada kenaikan kasus di beberapa negara akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Tapi di Indonesia masih relatif terkendali," jelasnya, Sabtu (12/6/2022).

Luhut mengungkapkan bahwa positivity rate di Indonesia masih relatif lebih rendah di bawah lima persen, yakni 1,44 persen. Masyarakat tak perlu panik dan tetap waspada.

"Saya mendapatkan informasi bahwa peningkatan kasus yang disebabkan oleh varian ini berdasarkan pengalaman negara lain jauh lebih rendah dari Omicron dan dibandingkan momen Lebaran atau Natal kenaikannya juga relatif jauh lebih rendah," sambungnya.

Luhut menegaskan apabila tren Corona terus naik hingga Juli, akan ada upaya mitigasi pencegahan yang akan diberlakukan. Hanya saja Luhut tak merinci seperti apa pola mitigasi yang dimaksud.

"Kami sepakat akan menunggu hingga bulan Juli ini apabila kasus meningkat signifikan maka berbagai upaya mitigasi harus segera diberlakukan," pungkas Luhut.