Corona Melonjak Lagi, Indonesia Gagal Masuk Fase Endemi?
Angka Covid-19 sudah di bawah dari penyakit-penyakit yang lain. Paling tinggi kematian itu kanker, kemudian pneumonia, peneumonia non spesifik, dan penyakit ginjal.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah telah memulai fase penting pandemi Covid-19 menuju endemi. Sayangnya, tiga pekan terakhir kasus Corona kembali melonjak usai masuknya subvarian baru Omicron. Mungkinkah fase endemi batal?
Di fase endemi, Corona akan ditangani seperti layaknya penyakit biasa. Tetapi, kekebalan kelompok tenyata belum terbentuk secara menyeluruh.
Ahad kemarin, ada 551 kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi. DKI Jakarta masih menjadi penyumbang tertinggi.
Dengan penambahan 551 kasus baru, total kasus Corona di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini berjumlah 6.060.488 kasus.
Lantas bagaimana fase berikutnya menuju endemi?
"Setelah endemi, Corona akan menjadi penyakit biasa. Virusnya masih tertinggal tetapi tidak akan lagi menjadi wabah. Artinya penanganan yang kita lakukan seperti penyakit biasa," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy beberapa waktu lalu.
Menurut Muhadjir, skema pembiayaan dan pengobatan pasien Covid-19 akan mengalami perubahan jika sudah menjadi endemi. Pembiayaan perawatan pasien kata dia, yang selama ini ditanggung langsung oleh pemerintah akan dialihkan ke BPJS Kesehatan.
Dia melanjutkan, pengobatan Covid-19 dengan BPJS juga akan dilakukan sesuai golongan keanggotaan.
"Kalau nanti sudah dinyatakan endemi otomatis menjadi penyakit infeksius biasa. Karena penyakit infeksius biasa, penanganannya juga biasa. Termasuk nanti biayanya akan dialihkan yang selama ini subsidi langsung oleh pemerintah nanti akan dialihkan ke BPJS," jelasnya.
Muhadjir mengungkapkan, belakangan situasi Covid-19 di Indonesia kian melandai. Hal tersebut dikatakan setelah melihat pertambahan kasus dan angka kematian akibat virus Corona ini semakin menurun tiap harinya.
"Fakta ini membuat Indonesia bersiap transisi dari pandemi menjadi endemi," tutur dia.
Muhadjir juga mengungkapkan, angka kasus aktif, positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, dan angka kematian Covid-19 saat ini bukan tertinggi dari penyakit yang lain.
Ia menyatakan, berdasarkan survei internal yang telah dilakukan Kemenko PMK di 18 Rumah sakit DKI Jakarta pada Februari 2022, kini angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah turun di peringkat ke-14.
Dia menjelaskan, angka Covid-19 sudah di bawah dari penyakit-penyakit yang lain. Misalnya paling tinggi kematian itu kanker, kemudian pneumonia, peneumonia non spesifik, dan penyakit ginjal.
"Dengan begitu maka ini mengindikasikan bahwa memang Covid-19 ini alhamdulillah sudah bukan lagi penyakit yang menyumbangkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi," ucapnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
