Selasa, 21 Juni 2022 12:58

Dicap Termiskin di Sulsel, Jeneponto Pamer Torehan 2 Tahun Terakhir

Plt Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Jeneponto Mustaufiq menjelaskan soal statistik capaian Jeneponto.
Plt Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Jeneponto Mustaufiq menjelaskan soal statistik capaian Jeneponto.

Starting poinnya ialah, bahwa program sinergitas pengentasan kemiskinan telah dilakukan sejak awal kepemimpinan bupati di periode pertama

JENEPONTO, PEDOMANMEDIA - Pemkab Jeneponto menjawab stigma sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terparah Di Sulsel. Pemkab membeberkan torehan multisektor dalam dua tahun terakhir. Seperti apa?

Plt Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Jeneponto Mustaufiq menjelaskan, Jeneponto terus mencatat kemajuan di berbagai bidang. Pertumbuhan ekonomi membaik dalam 2 tahun.

"Menurut data BPS, kami berada pada peringkat 23 dengan tingkat keterparahan kemiskinan terus mengalami perbaikan. Ini ditandai dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi dua tahun terakhir," ungkap Mustaufiq, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga

Ia merinci, pertumbuhan ekonomi pada 2021 berada di level 5,4% atau berada di peringkat 9 di Sulsel. Adapun inflasi tercatat 2.16%, lalu IPM pada 2020 berada pada posisi 64,26 dan di 2021 terprogres di posisi 64,56%.

"Kita menarik pada 3 sektor misalnya pendidikan, angka buta huruf Jeneponto pada posisi 13,9%. Sulawesi selatan 20,12% dan nasional 14,03%. Berarti Jeneponto jauh lebih baik," paparnya.

Pada akses fasilitas pusat kesehatan kita Mustaufiq, sudah mencapai 97% di setiap kecamatan. Lalu sektor kepemilikan perumahan terdapat 12,12% masyarakat yang belum memiliki rumah dibandingkan dengan skala nasional masih terdapat 15,86% masyarakat miskin belum memiliki rumah. Ini berarti posisi jeneponto masih jauh lebih baik.

"Kemudian jika melihat geliat kemampuan masyarakat untuk berhaji saat ini masyarakat harus menunggu 79 tahun daftar tunggu jemaah haji. Hal tersebut menandakan bahwa kemampuan dan daya ekonomi masyarakat semakin tinggi," terang Mustaufiq.

Mustaufiq mengatakan, starting poinnya ialah, bahwa program sinergitas pengentasan kemiskinan telah dilakukan sejak awal kepemimpinan bupati di periode pertama. Di mana posisi Jeneponto saat itu masih bertengger sebagai daerah tertinggal.

Saat ini berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No.79 Tahun 2019 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal Yang Terentaskan Tahun 2015-2019, Jeneponto telah keluar dari daerah tertinggal.

Ia juga menyebutkan, geliat pertumbuhan ekonomi di Jeneponto terus mengalami koreksi positif. Kebutuhan komoditi beras sudah swasembada tanpa harus impor beras. Selain itu, konsumsi daging khususnya kuda semakin tinggi.

Hal tersebut kata Mustaufiq, dapat terlihat dengan semakin besarnya permintaan masyarakat di pasar hewan Kecamatan Kelara.

"Jadi angka kemiskinan itu terus mengalami penurunan dan geliat pertumbuhan ekonomi terus meningkat," tutup Mustaufiq.

Penulis: Mahmud Sewang

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Jeneponto #Angka Kemiskinan
Berikan Komentar Anda