MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Calon Wakil Wali Kota Makassar Rahman Bando (RB) menyinggung kembali mutasi ugal-ugalan yang pernah dilakukan Danny Pomanto di akhir-akhir masa jabatannya. Mutasi itu berbuntut dibatalkannya 1.000 lebih SK pejabat.
"'Kita masih ingat waktu itu. 1.000 lebih SK mutasi dibatalkan karena cacat. Tidak prosedural. In syaa Allah ke depan itu tidak akan terjadi lagi," ujar Rahman saat menyampaikan closing statemen dalam debat putaran kedua Pilwalkot Makassar, malam tadi.
Rahman menceritakan bahwa dirinya juga menjadi korban mutasi waktu itu. Setelah SK dibatalkan Komisi ASN, iapun ikut dikembalikan ke posisinya semula.
"Saya juga ikut dibatalkan (SK). Saya dikembalikan. Saya salah satu korban," ujar RB.
Menurut dia, pembatalan itu menunjukkan adanya cacat prosedur. Karenanya ke depan, birokrasi akan dibuat lebih rapi. Tidak ada lagi mutasi di luar mekanisme profesionalitas.
RB adalah salah satu pamong senior Pemkot Makassar. Terakhir sebelum mundur dari ASN ia menduduki beberapa jabatan strategis. RB mundur sejak Agustus 2020 karena maju di Pilwalkot Makassar mendampingi Munafri Arifuddin.
Diketahui bahwa Danny Pomanto menuai sorotan saat memutasi maraton lebih dari 1.000 ASN di akhir masa jabatannya. Mutasi diawali usai Pilwali Makassar. Danny mencopot 15 camat karena dianggap tak netral di pilwali 2018.
Danny sendiri batal menjadi peserta pilwali waktu itu. Ia dianulir oleh KPU. Pilwali hanya diikuti satu pasangan yakni Munafri-Rahmatika Dewi yang berhadapan dengan kotak kosong.
Setelah mencopot 15 camat, secara beruntun Danny merestrukturisasi lebih dari 1.000 jabatan eselon. Namun belakangan SK mutasi itu dibatalkan KASN. KASN menilai ada cacat prosedur dalam mutasi itu.
Akhirnya 1.000 ASN dikembalikan ke posisinya yang semula secara bertahap. Pengembalian dilakukan saat Danny tak menjabat lagi. Yakni di masa pj wali kota Iqbal Suhaeb.
BERITA TERKAIT
-
Sosok Alwi Hamu di Mata Danny Pomanto: Pekerja Ulet-Penjaga Marwah Pers
-
Pengamat: Gugatan DIA dan INIMI ke MK Hanya untuk Menutupi Kehancuran Elektoralnya
-
Danny: 17 Lurah dan Sekcam tak Netral di Pilkada Berpeluang Dipecat sebagai ASN
-
Pesan Danny-Sudirman Usai Pilgub: Tetap Damai, tak Boleh Ada Gesekan
-
Quick Count Pilwalkot Makassar (22,40%): Appi-Aliyah 54,10%, Seto 28,04%, Indira-Ilham 13,18%