TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Lembang Belau Utara, Tana Toraja Frederik Kumbu melakukan pergantian beberapa perangkat lembang pascapilkalem. Pergantian itu disoroti DPRD karena dinilai terlalu tendensius.
"Saya menerima laporan bahwa Kalem Belau Utara Frederik Kumbun itu semena-mena mengganti aparatnya. Ini yang kita minta untuk diselidiki. Jangan sampai terjadi betul. Itu bisa merusak tatanan di lembang," ujar Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, Rabu (29/06/2022/).
Menurut Welem, kepala lembang sah-sah saja melakukan pergantian. Tetapi tidak boleh terkesan tendensius.
"Sepanjang tidak ada masalah dengan perangkat lembang tidak perlu diganti. Kalau semua berjalan baik lantas diganti itu tendensius namanya. Ugal-ugalan itu," ketus Welem.
Welem mengatakan, pergantian dilaporkan warga bernuansa politis. Kata dia, diduga kalem memarkir sejumlah aparat lembang yang jadi lawan politiknya di pilkalem.
"Inikan nda boleh terjadi. Tidak boleh ada tendensi politik," ujarnya.
Karena itu menurut Welem, pergantian ini perlu disikapi. Dinas DPMP, bagian hukum, dan kabag pemerintahan harus segara turun tangan meninjau proses pergantian itu. Jangan sampai ada aturan yang dilanggar.
"Saya mendesak dinas yang terkait segera turun tangan dan melihat apakah ada pelanggarannya atau bagaimana, karena ini dari dulu ada edaran bupati untuk tidak mengganti aparat semena-mena, dan jangan sampai ini edaran bupati diinjak-injak oleh oknum kepala lembang hanya karena masalah politik," tegas Welem.
Sementara Kepala Lembang Belau Utara Frederik Kumbun yang dikonfirmasi via telepon, Rabu (29/6/2022) belum memberi respons.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Kasus Dugaan Korupsi ART DPRD Tator Mangkrak, Kejati Sulsel: Masih Penyelidikan
-
DPRD Tator Tegaskan Tolak Kenaikan Tarif PBB-P2
-
Pelantikan 30 Anggota DPRD Tator Kuras Anggaran Rp660 Juta
-
Sekda Tator Kritik DPRD Soal Penertiban Bangunan: Jangan Hanya Koar-koar
-
DPRD Soroti KPU Tator Terbitkan DPTb Palsu di Pileg 2024: Jahat!