Muh. Syakir : Kamis, 30 Juni 2022 18:04
Ilustrasi (int)

BONE, PEDOMANMEDIA - Petani di Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Bone menjadikan bantuan benih jagung sebagai umpan membasmi hama tikus di kebun. Hal ini terpaksa dilakukan lantaran bantuan yang mereka terima tidak sesuai harapan.

Informasi dihimpun PEDOMANMEDIA, sejumlah petani mengaku telah mendapat bantuan benih jagung hibrida. Hanya saja, mereka menghadapi dilema antara harus menerima atau menolak bantuan itu.

Meskipun menerima bantuan, petani tidak menanamnya karena belum mengetahui kualitasnya. Petani memilih membeli benih jagung yang sesuai harapan mereka. Bahkan untuk memenuhi hal tersebut, petani terkadang terpaksa harus memilih bayar panen.

"Kita memilih beli bibit walau harus bayar panen, karena kita khawatir tanam bibit jagung bantuan yang tidak diketahui kualitasnya dan belum dilihat hasil panennya. Kita khawatir rugi. Jadi bukan kita takabbur, bibit bantuan terpaksa kita hamburkan sebagai umpan tikus," ungkap salah seorang petani dengan bahasa Bugis.

"Biar bantuan tidak banyak asal sesuai harapan petani. Atau kalau tidak bisa bantuan benih jagung seperti yang diharapkan, mungkin bisa digunakan untuk bantuan lainnya, yang penting sesuai harapan dan kebutuhan petani," tambahnya.

Petani berharap dalam rencana penyaluran bantuan benih jagung berikutnya agar dapat betul-betul disalurkan berdasarkan hasil musyawarah petani yang tergabung dalam kelompok tani atau sesuai dengan harapan petani dalam usulan Calon Penerima Calon Lahan (CPCL).

Petani mulai berpikir bahwa, menerima bantuan benih jangung yang tidak sesuai harapan dan akhirnya tidak digunakan sebagaimana mestinya, akan merugikan keuangan negara yang selanjutnya juga akan berdampak kepada petani itu sendiri.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bone, Nurdin merespon dan membenarkan harapan petani. Harapan penyaluran bantuan benih jagung yang sesuai harapan petani diupayakan.

"Ke depannya perlu kita lakukan semacam itu langsung kepada petani biar keinginan petani bisa sesuai," ungkapnya via WhatsApp, Rabu (29/6/2022).

Sekadar diketahui, petani jagung yang tergabung dalam beberapa kelompok tani di desa Tea Musu mendapatkan bantuan benih jagung hibrida sejak beberapa tahun lalu. Sejak itu, petani mengaku masih ragu untuk menanam lantaran bantuan tidak sesuai harapan petani.

Bantuan benih jagung yang diterima petani bervariasi dari seberat 10 hingga 20 kg per petani. Begitupun merek benih jagung bantuan cenderung berubah-ubah dari tahun ke tahun. Hanya saja belum berubah ke yang sesuai harapan atau usulan petani.