Petani Sidrap Kini Nyemprot Padi Pakai Drone, 1 Hektar Cuma Setengah Jam
Dengan penggunaan drone ini kata Dollah, akan memberi koneksi pada perbaikan produktivitas pertanian.
SIDRAP, PEDOMANMEDIA - Petani di Kabupaten Sidrap tengah melakukan uji coba penggunaan teknologi drone untuk penyemprotan hama padi. Drone ini hanya butuh setengah jam untuk menyemprot satu hektar lahan.
Uji coba dilakukan, Rabu (6/7/2022) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tellu Limpoe, Kelurahan Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap. Bupati Sidenreng Rappang Dollah Mando turut hadir.
Dollah Mando mengatakan, drone penyemprot merupakan salah satu bentuk penggunaan teknologi pertanian. Ia pun berharap para petani dapat memahami betul kelebihan maupun dampak dari penggunaan drone tersebut.
“Dimengerti baik-baik penggunaan drone ini, kami juga berharap pemilik drone memberi pemaparan yang jelas kepada para petani,” tutur Dollah.
Dengan penggunaan drone ini kata Dollah, akan memberi koneksi pada perbaikan produktivitas pertanian. Pemahaman petani pada teknologi juga diharapkan terus berkembang dari sini.
Ia selanjutnya mengingatkan jajaran BPP Tellu Limpoe serta para petani untuk senantiasa mengantisipasi hama yang dapat mengganggu pertanaman padi. Kata Dollah, di sektor pertanian dibutuhkan selalu terobosan.
“Selalu waspadai serangan hama yang akan mengganggu tanaman serta produktivitasnya nanti,” pesan Dollah.
Sementara itu, Fikri dari PT Aria selaku penyedia jasa drone penyemprot menguraikan, alat tersebut bisa melakukan penyemprotan secara cepat, hemat tenaga, serta irit air dan racun. Ia juga mengklaim embusan angin drone tidak bakal merusak tanaman padi.
“Kami sudah melakukan eksperimen, tidak merusak tanaman. Drone ini bisa menyemprot satu hektar sekitar setengah jam. Petani bisa menyewa, biayanya Rp250 ribu per hektar,” terang Fikri
Penulis: Ruknuddin
