Realisasi Belanja di Bosowa Sentuh Rp1,04 T, Diharap Dorong Stimulus Ekonomi
Melalui pencairan belanja pemerintah pusat dan daerah melalui KPPN Watampone, diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi
BONE, PEDOMANMEDIA - Belanja pemerintah yang disalurkan melalui KPPN Watampone membukukan progres baik seiring dengan bergeraknya roda perekonomian di wilayah Bone, Soppeng dan Wajo. Tercatat realisasi belanja semester I tahun 2022 di Bosowa telah menyentuh angka Rp1,04 triliun.
Berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN), realisasi belanja telah tercapai 41,25% dari total pagu sebesar Rp2,52 triliun. Angka ini tumbuh 2,35% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp910 milliar atau 38,90% dari total pagu sebesar Rp2,33 triliun.
Realisasi belanja pemerintah sebesar Rp1,04 triliun tersebut terbagi untuk belanja pemerintah pusat yaitu instansi vertikal kementerian/lembaga sebesar Rp613,14 milliar atau 46,26% dari total pagu sebesar Rp1,32 triliun dan Tansfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp429,12 miliar atau 35,72% dari pagu sebesar Rp1,20 triliun.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat per jenis belanja adalah sebagai berikut belanja modal sebesar Rp15,39 miliar atau 52,43% dari pagu sebesar Rp29,35 miliar dan merupakan yang terbesar persentase realisasinya. Belanja Pegawai terealisasi sebesar Rp455,63 miliar atau 46,93% dari pagu sebesar Rp970,80 miliar.
Belanja barang terealisasi sebesar Rp138,28 miliar atau 43,60% dari pagu sebesar Rp317,14 miliar dan merupakan terkecil realisasinya secara prosentase. Sementara itu, belanja bantuan sosial terealisasi Rp3,84 miliar atau 46,90% dari pagu sebesar Rp8,20 miliar.
Sedangkan untuk belanja TKDD, terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik terealisasi sebesar Rp65,17 miliar atau 12,36% dari pagu sebesar Rp527,09 miliar. DAK non fisik telah terealisasi sebesar Rp127,08 miliar atau 62,56% dari total pagu sebesar Rp203,12 miliar.
Dan untuk dana desa (DD) terealisasi sebesar Rp236,88 miliar atau 50,28% dari total pagu sebesar Rp471,15 miliar.
"Melalui pencairan belanja pemerintah pusat dan daerah melalui KPPN Watampone, diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi dan menciptakan multiplier effect guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Bone, Soppeng, dan Wajo," ungkap Kepala Sub Bagian Umum KPPN Watampone, Ana Kusmana.
