Kamis, 07 Juli 2022 18:05

Indah Bicara Mitigasi Pangan dan Kebangkitan Lutra Pascabanjir

Indah Putri Indriani
Indah Putri Indriani

Pemda telah melakukan rehabilitasi lahan dan infrastruktur terdampak bencana, meningkatkan produktivitas pangan pokok.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pandemi dan banjir bandang di Luwu Utara membawa dampak pada ketahanan pangan. Untuk mengembalikan situasi ini pemkab menggagas asuransi untuk kelompok petani.

Asuransi ini menggandeng PT Jasindo.

Asuransi ini bernama Usaha Tani Padi Sawah (AUTP).

Baca Juga

“AUTP ini adalah kegiatan lanjutan sejak 2021, dan tahun ini sekira 11.000 hektare yang akan diberi perlindungan. Ini adalah bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan kepada petani kita jika terjadi kerusakan tanaman padi sekaligus salah satu wujud mitigasi pangan yang dilakukan pemda,” kata Indah saat menjadi narasumber pada Festival Pangan Jujur yang digelar Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) di Galeri Salihara, Jakarta.

dikatakan Indah, tak hanya pemberian asuransi, pemda juga telah melakukan rehabilitasi lahan dan infrastruktur terdampak bencana, meningkatkan produktivitas pangan pokok, memperlancar distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan. Pemda juga, memproteksi lahan pertanian tanaman pangan dari alih fungsi lahan.

Menurut Indah, upaya ini mampu menggerakkan secara masif KWT melalui inovasi GETAR DILAN, serta mengajukan sertifikasi sagu kerjasama Pemda, BALITPALMA dan UNHAS yang telah dikeluarkan Kementan RI dengan nama Sagu Luwu.

“Filosofi pembangunan pertanian di Luwu Utara itu ada Sagu Abadi, Kakao Lestari, Padi Sawah Berkelanjutan, dan Kopi Berkualitas. Diharapkan dengan strategi dan kebijakan Pemda, maka Luwu Utara dapat berkontribusi terhadap pangan nasional,” harap bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Lebih lanjut, Indah mengatakan salah satu varietas tanaman pangan yang dapat menghidupi masyarakat adalah tanaman sagu.

“Jadi kalau kita bicara histori sagu itu cukup panjang. Sebab sebelum masyarakat Tana Luwu mengenal padi dan beras, makanan pokoknya adalah sagu. Khusus untuk Luwu Utara lambang daerahnya adalah pohon sagu. Pemda kemudian berkomitmen bagaimana membudidayakan sagu karena terkait dengan sejarah dan identitas masyarakat Tana Luwu,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Luwu Utara tetap menjadi salah satu kabupaten penyangga pangan dan tetap mempertahankan posisinya sebagai lumbung beras di Sulawesi Selatan dengan luas lahan di angka 28.992,92 hektare dengan tingkat produktivitas 5,75 ton/hektare dengan capaian surplus beras sebesar 87.373,49 ton pada tahun 2021.

Sementara itu Koordinator KRKP, Said Abdullah, menjelaskan persoalan pangan sesungguhnya menjadi perhatian yang melintas batas dan waktu.

“Lewat festival ini kita mengajak publik untuk lebih aware terhadap persoalan pangan yang kian hari kian penting namun makin lemah dalam pengelolaannya. Selama pandemi kita bisa menyaksikan bagaimana pangan menjadi hal penting, tidak hanya menjaga keberlangsungan kehidupan namun juga negara ini. Sementara pada sisi lain kesungguhan memperkuat sektor pangan ini menjadi tanda tanya. Melalui festival ini kami ingin mengajak kepada semua lapisan masyarakat, khususnya kaum perkotaan, untuk lebih bijak dan arif dalam pangan serta terlibat dalam upaya mengontrol pengelolaan pangan sehingga lebih baik,” tandasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Lutra #Bupati Lutra Indah Putri Indriani
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer