Petani Bone Keluhkan Harga Jagung Turun, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Awal panen lalu, harga jual jagung sudah di angka Rp3.300 hingga akhirnya naik Rp4.000-an lebih per kilogramnya. Di awal panen ini masih di bawah Rp3.000-an.
BONE, PEDOMANMEDIA - Petani di Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone mengeluhkan harga jual jagung turun pada awal panen ini. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga.
Salah satu petani, Adi mengatakan, harga jual jagung pada awal panen saat ini turun dibanding pada musim panen yang lalu. Saat ini, kata dia, harga jual jagung hanya bertengger di kisaran Rp2.800 an per kilogramnya.
"Pada awal panen lalu, harga jual jagung sudah diangka Rp3.300 hingga akhirnya naik Rp4.000 an lebih per kilogramnya, namun di awal panen ini masih di bawah Rp3.000 an," ungkapnya, Kamis (14/7/2022) malam.
Ia menjelaskan, jika harga jual jagung hanya di kisaran Rp2.800 per kilogramnya, petani hampir sama mengalami kerugian. Sebab, kata dia, harga bibit, biaya tanam, pemeliharaan hingga panen cenderung meningkat.
"Mungkin tidak rugi, tapi hampir sama rugi jika hanya Rp2.500- Rp2.800 per kilogramnya. Sebab biaya-biaya pada meningkat semua. Harga racun saja alami kenaikan drastis, mana lagi biaya lainnya," jelasnya.
"Kita petani, baru agak lega jika harga jagung di atas Rp3.300 an hingga Rp4.000 an ke atas per kilogramnya. Sebab biaya saat ini pada naik semua," tambahnya.
Hal senada juga disampaikan petani lainnya. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan stabilkan harga jual jagung, dari awal hingga akhir panen, agar petani tidak merugi.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
