Sampul Rapor Numpuk di Gudang, Disdik Tator Buang-buang Anggaran
Ia juga tak menampik bahwa sampul rapor yang tidak tersalur tinggal menumpuk dalam gudang.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Berbagai kalangan menyoroti proyek pengadaan sampul rapor SDN dan SMPN di Dinas Pendidikan Tana Toraja. Proyek ini disebut hanya buang-buang anggaran.
Beberapa kepala sekolah menyebutkan, sebagian besar sampul rapor dari Disdik tak disalurkan ke sekolah. Sebab sekolah telah menganggarkannya sendiri melalui dana BOS.
Akhirnya sampul rapor itu tinggal menumpuk di gudang disdik. Proyek ini menelan ratusan juta rupiah.
"Memang ini tumpang tindih pengadaan sampul rapor di kantor dinas pendidikan. Anggarannya sampai ratusan juta. Sampul rapor tersebut tidak disalurkan dan disimpan di dalam gudang dinas pendidikan, karena pihak sekolah sudah mengagarkan melalui dana bos," ungkap seorang kepala sekolah, Kamis (28/7/2022).
Menurutnya, ini jelas buang-buang anggaran. Para kepsek juga mengakui tidak ada koordinasi dari awal dengan disdik.
"Dari awal kami nda ada penyampaian. Jadi kalau ada masalah, ya itu urusan disdik. Kami nda ikut," ketusnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tator Anton Toding menyebutkan, proyek pengadaan sampul rapor ini sedianya untuk disalurkan kepada seluruh SD dan SMP. Namun tak semua bisa terdistribusi karena sebagian sekolah telah menganggarkannya sendiri.
"Ia benar ada pengadaan sampul rapor yang kami adakan dulu di sini. Sebagian tidak dibagi karena pihak sekolah sudah menganggarkan melalui anggaran dana BOS. Namun sebagian sudah terselurkan," kata Anton.
Saat di tanya mengenai jumlah anggarannya, Anton mengaku tidak tahu persis. Estimasinya kata dia menyentuh angka ratusan juta.
"Angka pastinya saya tidak tahu. Kalau mau tahu berapa anggarannya silakan hubungi Bu Orsi selaku PPK. Intinya ini anggarannya sampai ratusan juta," beber Anton.
Ia juga tak menampik bahwa sampul rapor yang tidak tersalur tinggal menumpuk dalam gudang.
"Ya kita simpan," ucapnya.
Sementara itu Orsi yang dihubungi melalui sambungan seluler miliknya membenarkan informasi tersebut.
"Ia benar ada pengadaan sampul rapor yang kami anggarkan dari tahun 2018/2019/2021 namun saya sudah lupa total anggarannya. Datanya tinggal di kantor. Intinya sampai ratusan juta, dan ini semua ditender dulu," ungkap Orsi.
Orsi tak merinci berapa banyak sampul yang tertinggal di gudang.
"Kalau itu saya nda tahu," imbuhnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
