Jumat, 29 Juli 2022 13:46

PKN Kritik Baznas Enrekang: Terlalu Gemuk, Jadi Tempat Ngumpul Pensiunan

Kantor Baznas Enrekang.
Kantor Baznas Enrekang.

Seolah-olah Baznas jadi tempat berkumpul bagi pensiunan untuk mencari lahan pekerjaan baru.

ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Struktur kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang dinilai terlalu gemuk. Lembaga ini dituding sengaja mengakomodir banyak kepentingan.

"Sepertinya ini sengaja dilakukan oleh pimpinan Baznas untuk mengakomodir kepentingan-kepentingan dan menciptakan lapangan kerja baru. Terutama bagi beberapa pensiunan PNS dan mantan pimpinan Baznas periode sebelumnya. Akhirnya kita melihat Baznas terlalu gemuk," ujar Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Enrekang Baba Banti, Jumat (29/7/2022).

Menurut Baba, pembengkakan struktur personel Baznas membebani APBD. Sebab selain gaji, mereka juga disiapkan berbagai fasilitas. Termasuk SPPD (surat perintah perjalanan dinas) yang anggaran operasionalnya berasal dari hibah APBD yang jumlahnya fantastik.

Baca Juga

Seharusnya kata Baba, penambahan personel dipertimbangkan dengan matang. Bukan sekadar mengakomodir kepentingan secara emosional.

"APBD kita terbatas. Apalagi setiap tahunnya daerah kita mengalami defisit anggaran dan pemerintah kita sering mengeluhkan bahwa tenaga honorer membebani keuangan daerah. Jadi mestinya pemerintah berhemat dalam menggunakan anggaran daerah," tandas Baba.

Dikatakan Baba, personel Baznas yang rata-rata sudah pensiunan tak lagi produktif. Tetapi justru mereka diberi posisi dalam kepengurusan.

Sementara banyak SDM yang lebih muda dan ahli di bidang keagamaan yang sebenarnya bisa direkrut. Jadi wajar kata Baba, masuknya banyak pensiunan di Baznas memunculkan preseden buruk. Seolah-olah lembaga ini menjadi tempat berkumpul bagi pensiunan untuk mencari lahan pekerjaan baru.

"Saya heran pimpinan dan pengurus Baznas Enrekang banyak diisi oleh pensiunan PNS," kata Baba.

Ketua Baznas Kabupaten Enrekang Djunwar menampik spekulasi soal genuknya struktur Baznas. Menurutnya, pembengkakan struktur di Baznas berdasarkan kebutuhan.

"Banyak bidang-bidang yang membutuhkan tenaga yang ahli di bidang keagamaan. Sedangkan semua tenaga yang kami rekrut adalah personel yang mempunyai keahlian di bidang keagamaan dan berpengalaman," terang Djunwar.

Ia menjelaskan, kalau mengikuti struktur Baznas pusat sebenarnya ada 12 lembaga. Tetapi Baznas Enrekang hanya mengikuti kebutuhan wilayah.

"Kalau ada persepsi mengatakan itu disengaja, saya kira itu keliru. Sebab kita hanya mengakomodir 4 lembaga berdasarkan kebutuhan wilayah," ucap Djunwar.

Dijelaskan pula bahwa kebutuhan wilayah yang di maksud adalah Baznas membutuhkan orang-orang yang memahami 2 aspek yaitu syari'at Islam itu sendiri dan yang kedua undang undang.

"Efektifnya sebuah lembaga harus ada yang menjalankan lembaga-lembaga operasional," tutup Djunwar. 

Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Muh. Syakir
#Baznas Enrekang
Berikan Komentar Anda