Muh. Syakir : Senin, 01 Agustus 2022 19:29
Konstruksi pondasi drainase di jalan nasional Ulaweng Bone yang dikeluhkan warga.

BONE, PEDOMANMEDIA - Pembangunan drainase jalan nasional di Desa Tea Musu Kecamatan Ulaweng, Bone dikeluhkan. Drainase ini dibangun dengan kurang memperhatikan kondisi tanah tepi jalan yang rawan longsor.

Salah seorang warga mengaku senang adanya pembangunan jalan. Hanya saja, ia keluhkan bangunan saluran air di Dusun Mallimpoe Tea Musu menyisakan masalah. Pasalnya, pondasi saluran air kurang memperhatikan kondisi tanah perumahan warga yang sudah dikeruk.

"Pondasi saluran airnya rendah, jadi kalau hujan, nanti tanah ini (perumahan) akan longsor memenuhi saluran air atau bahkan akan merembes ke jalan," keluhnya kepada PEDOMANMEDIA, Senin (1/8/2022).

Selain dinilai berpotensi mempercepat kerusakan selokan dan jalan, ia juga menyayangkan pondasi drainase dibuat rendah di depan rumah warga yang kondisi tanahnya tinggi tanpa penahan akibat sudah dikeruk ekskavator.

"Jadinya kan tanah perumahan rawan longsor ke selokan bahkan bisa saja ke jalan. Kami harap ini kembali dibuat mengikut tinggi tanah, apalagi ada rumah. Ini menyusahkan jika harus lagi ikut membenahi pengerjaan ini,"jelasnya.

"Di bagian jalan lain, tidak ada rumah, pondasi saluran airnya dibuat disesuaikan tinggi tanah yang sudah dikeruk, ini masa ada rumah warga malah dibuat rendah pondasi saluran airnya, kan kenapa dikeruk kalau tidak bisa sesuaikan pondasi dengan tanah, agar tak longsor," lanjutnya.

Hingga berita ini dirilis PEDOMANMEDIA pada Senin (1/8/2022) pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi.

Sekadar diketahui pengerjaan drainase tepi jalan nasional ini sebagai proses menuju pengaspalan beberapa bulan ke depan. Hingga saat ini, pengerjaan drainase yang dulu berkubang ini diperkirakan sudah mencapai bobot di atas 59 persen.