Muh. Syakir : Kamis, 11 Agustus 2022 16:05

BONE, PEDOMANMEDIA - Harga jagung pipilan di Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone mulai naik tipis hingga Rp200/kg atau menjadi Rp3.100/kg dari sebelumnya mentok di harga Rp2.900/kg. Pada saat yang sama, harga pestisida malah melonjak.

"Harga jagung saat ini di desa Rp3.000/kg, ada juga Rp3.100/kg, ada ada sedikit kenaikan dibanding awal awal panen berkisar Rp2900/kg," ungkap salah satu petani, Sam kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (10/8/2022).

Ia berharap harga jual jagung pipilan terus mengalami kenaikan hingga akhir panen. Sebab kata dia, semua harga pada saat ini mengalami kenaikan termasuk biaya tanam hingga panen jagung.

"Semoga harga jagung terus naik di angka minimal Rp3.500/kg hingga Rp4.000an/kg. Biaya biaya pada naik semua soalnya, racun saja dulu harga Rp.65.000an saat ini sudah harga Rp100.000 an "ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya. Mereka berharap harga jual jagung dapat mengimbangi harga yang pada mengalami kenaikan, termasuk biaya tanam, bibit, pupuk, pestisida hingga panen.

Diberitakan sebelumnya, petani di Desa Tea Musu mengeluhkan harga jual jagung turun pada awal panen. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan stabilkan harga agar petani tidak rugi.

Sala satu petani Adi mengatakan, harga jual jagung pada awal panen saat ini turun dibanding pada musim panen yang lalu. Saat ini, kata dia, harga jual jagung hanya bertengger di kisaran Rp2800 an per kilogramnya.

"Pada awal panen lalu, harga jual jagung sudah diangka Rp.3300 hingga akhirnya naik Rp4000 an lebih per kilogramnya, namun di awal panen ini masih di bawah Rp3000 an," ungkapnya, Kamis (14/7/2022) malam.

Ia menjelaskan, jika harga jual jagung hanya di kisaran Rp2.800 per kilogramnya, petani hampir sama alami kerugian. Sebab, kata dia, harga bibit, biaya tanam, pemeliharaan hingga panen cenderung meningkat.

"Mungkin tidak rugi, tapi hampir sama rugi jika hanya Rp2.500- Rp2.800 per kilogramnya. Sebab biaya-biaya pada meningkat semua. Harga racun saja alami kenaikan drastis, mana lagi biaya lainnya,"jelasnya.

"Kita petani, baru agak legah jika harga jagung di atas Rp3.300 an hingga Rp4.000 an ke atas per kilogramnya. Sebab biaya saat ini pada naik semua,"tambahnya.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan stabilkan harga jual jagung, dari awal hingga akhir panen, agar petani tidak merugi.