Sabtu, 20 Agustus 2022 21:56

Dirugikan Wasit, Tim Rilau Ale Mundur dari Bupati Cup 2022

Wabup Bulukumba Edy Manaf berpose bersama Tim Rilau Ale.
Wabup Bulukumba Edy Manaf berpose bersama Tim Rilau Ale.

Sekum Askab PSSI Bulukumba Sukrillah menjelaskan, pihaknya menerima saja jika memang tim Rilau Ale bernisiatif mengundurkan diri.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Tim sepakbola Kecamatan Rilau Ale menyatakan sikap tegas mundur sebagai peserta Bupati Cup 2022 di Kabupaten Bulukumba. Keputusan itu, imbas kekecewaan seusai melakoni laga melawan Tim Gantarang, Sabtu (20/8/2022).

Manajer Rilau Ale, Andi Echa Ahmad mengaku timnya dirugikan pada laga sore tadi. Ia melihat, ada beberapa keganjilan di lapangan saat pertandingan berlangsung.

Ia menyesalkan laga itu, karena dipimpin oleh wasit yang statusnya bersaudara dengan salah satu pemain lawan. Katanya, meski itu tidak ada larangan resmi, tetapi bisa memengaruhi keputusan wasit.

Baca Juga

"Wasit ragu-ragu memberikan kartu ke pemain lawan karena sudah dapat kartu kuning sebelumnya. Padahal nyata melakukan gerakan tambahan," kata Andi Echa.

Ia menambahkan, kemudian pergantian pemain yang tertukar. Menurutnya di belangko pergantian nyata yang tertulis siapa menggantikan siapa. Padahal, katanya lagi, itu bagian dari strategi timmya, kenapa pengawas pertandingan lalai dengan itu.

"Penalti yang tidak masuk akal karena bola dalam penguasaan kita," kata Andi Echa, yang juga Jubir pasangan Andi Utta-Edy Manaf di Pilkada 2020 lalu.

Korcam Bupati Cup 2022 zona Rilau Ale, A Ichdar Yeneng mengemukakan bahwa dirinya tak punya wewenang untuk mengintervensi keputusan tim atau manajemen yang memilih bersikap untuk mundur.

"Sebenarnya lumayan fatal memang. Kita harap ada evaluasi bagi inspektur pertandingan dan panitia secara umum," ujarnya.

Semestinya, kata mantan Penjaga Gawang asal Bulukumpa-Rilau Ale itu, harusnya ada brifing sebelum pertandingan dimulai. Salah satu tujuan brifing, untuk menentukan siapa yang akan memimpin pertandingan.

"Kan mereka protes tidak terima adalah wasit yang bersaudara dengan pemain lawan. Itu yang mungkin mereka tidak terima," kata Ichdar.

Exco Wasit Askab PSSI Bulukumba, H Ilham Kumbara membenarkan bahwa wasit yang memimpin pertandingan antara Kecamatan Rilau Ale vs Gantarang, statusya bersaudara dengan salah satu pemain.

"Ya bersaudara. Tapi ini kan tidak ada regulasi yang mengatur bahwa kalau bersaudara tidak boleh memimpin. Seharusnya, mereka protes wasit sebelum kick-off. Jadi, nanti IW wasit yang melakukan koordinasi. Ini kan tidak ada," ujarnya.

Sementara itu, Sekum Askab PSSI Bulukumba Sukrillah menjelaskan, pihaknya menerima saja jika memang tim Rilau Ale bernisiatif mengundurkan diri.

Ia menambahkan, turnamen Bupati Cup merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT RI. Kalaupun, tim Rilau Ale mundur, maka tidak ada sanksi yang diberlakukan bagi tim Kecamatan.

"Kalau Rilau Ale mundur, turnamen ini tetap lanjut," katanya.

Diketahui, pada laga penyisihan Grup C tersebut, Rilau Ale takluk 0-1 atas Gantarang. Gol semata wayang Gantarang, dicetak oleh Ulli melalui eksekusi penalti.

Wasit menunjuk titik putih, setelah salah satu pemain Gantarang dijatuhkan di kotak terlarang Rilau Ale.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Bupati Cup #Askab PSSI Bulukumba
Berikan Komentar Anda