Kamis, 17 September 2020 07:49

Pilkada Torut

Ombas Balik Kampung: Dari Tukang Potong Rumput Sampai Menapak Karier Emas Birokrasi (1)

Yohanis Bassang yang akrab disapa Ombas
Yohanis Bassang yang akrab disapa Ombas

Ombas mengukir karirnya dari nol (from zoero to hero). Mantan Wakil Bupati Mimika ini balik kampung untuk membenahi Toraja Utara yang mandiri.

SIAPA sangka Yohanis Bassang (Ombas) memulai cerita kesuksesannya dari seorang pemotong rumput. Sampai kemudian ia menapak karier emasnya di birokrasi. Bagaimana kisahnya?

Ombas lahir dari keluarga sederhana di Toraja Utara. Lulus kuliah di UKI PAULUS Makassar tahun 1997, ia memilih merantau ke Mimika, Papua.

Di Mimika, Ombas menjadi tukang potong rumput selama 1 tahun. Setelah itu ia menjadi tenaga pengajar (guru) di yayasan pendidikan swasta dan negeri selama 3 tahun lamanya.

Baca Juga

Di sela-sela kesibukannya mengajar, Ombas kerap memanfaatkan waktu luangnya menjadi tukang ojek. Dua pekerjaan ini ia jalani tanpa risih.

“Sebelum ke sekolah mengajar saya ngojek dulu. Bahkan rekan-rekan guru kaget lihat saya,” kenang Ombas.

Tiga tahun mengajar di salah satu yayasan pendidikan di Mimika, Ombas terangkat menjadi dosen luar biasa di perguruan tinggi swasta. Ia mendapat kesempatan mengajar mata kuliah ekonomi.

Tak berselang lama, Ombas lolos seleksi penerimaan CPNS di Mimika. Ia terangkat menjadi pegawai negeri sipil di BKKBN Mimika.

Tahun pertama menjadi pegawai, Ombas langsung dipromosikan menjadi kepala seksi. Berkat keuletan dan kerja keras yang penuh tanggung jawab 2 tahun di BKKBN karier Ombas pun langsung melejit dan diangkat menjadi kasubag anggaran di Bagian Keuangan Pemda Mimika.

Atas dedikasinya, 2 tahun kemudian Ombas diangkat menjadi Kepala Bagian Keuangan Pemda Mimika. Berkat kemampuannya dalam tata kelola keuangan, 5 tahun menduduki jabatan tersebut ia mengantar Kabupaten Mimika memperoleh status wajar dengan pengecualian (WDP) dan wajar tanpa pengecualian (WTP).

Predikat ini sebelumnya belum pernah diraih Mimika. Ombas pun menuai banyak pujian.

Karena karier birokrasinya yang cemerlang, Ombas dipinang Omaleng untuk maju di Pilkada Mimika. Keduanya kemudian terpilih sebagai pasangan bupati dan wakil bupati pada periode 2014-2019.

Selama mendampingi Omaleng, Ombas menunjukkan karakter sebagai birokrat ulung. Ia banyak mencurahkan pikiran pada reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan.

Gagasan-gagasannya sebagai birokrat banyak memengaruhi kebijakan Omaleng ketika itu. Ia dikenal sebagai pemikir dan pekerja yang ulet.

Ombas juga dikenal sangat disiplin dan tegas. Tetapi di balik itu, ia banyak dipuji karena jiwa sosial dan kedekatannya dengan semua kalangan.

Ombas dalam beberapa kesempatan mengungkapkan, ia selalu dekat dengan rakyat kecil karena ia lahir dari kesederhanaan. Ia juga pernah merasakan getirnya hidup.

“Saya memulai semuanya dari nol. Dari kerja keras. Karena itu saya tahu betul bagaimana kehidupan rakyat kecil. Saya pernah berada di titik itu,” ucapnya.

Meraih segalanya di perantauan, tapi kerinduan Ombas pada kampung halamannya seperti tak terobati. Bertahun tahun ia memendam hasrat untuk mengabdi di tanah kelahirannya, Toraja Utara.

“Dari dulu saya selalu berpikir tentang Toraja Utara. Saya begitu ingin mengabdi di sana. Apalagi melihat keadaan di Torut, saya sangat prihatin. Torut membutuhkan perubahan. Kita punya sumber daya alam luar biasa tapi gagal dieksplorasi untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Ombas.

Pilkada 2020 akhirnya menjadi titian Ombas kembali ke kampung halamannya. Ia sudah punya setumpuk loncatan besar untuk Torut. Berbagai gagasan baru telah ia siapkan jika kelak dipercaya rakyat memimpin daerah itu.

Lantas apa saja loncatan besar Ombas?
Kami akan mengulasnya pada tulisan berikutnya. (*)

Editor : Redaksi
#Ombas #Ombas-Dedy Palimbong #Pilkada Toraja Utara #Yohanis Bassang #Pilkada Torut
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer