Ramai Isu Didonaturi Bandar Narkoba di Pilkada Torut, Ini Klarifikasi Bupati Frederik
Irma menuding, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara tak punya taji untuk mengusik Oliv cs karena peran Oliv dalam memenangkan Frederik.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Sebuah unggahan di media sosial Facebook oleh akun atas nama Irma Tendengan menuai perhatian publik. Dalam postingannya, Irma menulis tentang hubungan koneksitas Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong dengan seorang pengedar narkoba bernama Oliv.
Irma dengan terbuka menyebut, Oliv adalah bagian dari tim pemenangan Frederik pada Pilkada Torut lalu. Menurut Irma, menjelang hari H pemilihan, ada aliran dana Rp11 miliar dari bandar narkoba yang ia sebut sebagai “uang haram” dan diduga muncul pada masa injury time.
“Berapakah karton itu uang haram saat injury time 11 miliar? Apakah sudah dikembalikan? Mau kembalikan dengan apa?” tulis Irma dalam unggahannya.
Oliv sendiri telah ditangkap Polres Tator beberapa pekan lalu. Oliv ditangkap bersama 3 rekannya.
Oliv kemudian membongkar hubungan koneksitasnya dengan oknum-oknum di Polres Toraja Utara. Kasat Narkoba Polres Torut juga ikut terseret dalam kasus Oliv. Oliv mengakui menyetor dana hingga Rp13 juta per pekan kepada Kasat Narkoba.
Sementara soal peran penting Oliv dalam tim pemenangan Frederik, ikut dibongkar Irma. Kata dia, selama ini Pemda Torut terkesan diam dengan maraknya peredaran narkoba karena adanya utang budi Frederik kepada bandar narkoba yang diduga menjadi donatur Frederik di Pilkada.
Meski demikian, Irma menegaskan bahwa kritiknya tidak ditujukan langsung kepada bupati, melainkan kepada pihak-pihak di sekeliling kepala daerah. “Saya tidak menyalahkan bupatinya, tapi tim suksesnya yang mempersulit bupatinya,” lanjutnya.
Dalam unggahan yang sama, Irma menyampaikan ultimatum kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara agar memberikan klarifikasi resmi dalam waktu 1x24 jam sejak postingan tersebut dibuat. Ia menyatakan akan terus menyuarakan persoalan ini ke ruang publik apabila tidak ada tanggapan.
“Jika 1x24 jam tidak ada tanggapan resmi dari Pemda mulai dari kemarin malam, berarti ada dusta di antara mereka,” tulisnya.
“Semenjak penangkapan pelaku bandar narkoba Oliv sampai detik sekarang tidak ada satu kata pun keluar dari mulut pemimpin terkait hebohnya berita ini. What’s wrong with them? Apakah karena mendapatkan tekanan balas budi?” tulis Irma.
Irma diketahui juga mendukung Frederik di Pilkada lalu. Namun ia membantah unggahannya itu terkait tak harmonisnya lagi hubungannya dengan Frederik.
"Tapi inilah hasilnya... Maaf bukan aku penghianat Tim. Tapi aku hanya ingin yang terbaik untuk kampung halaman saya," tulisnya lagi.
Irma mengaku tak akan berhenti sampai di sini. Jika Polda Sulawesi Selatan sudah mulai masuk ke dalam pengembangan kasus, ia akan membongkar fakta yang lebih besar.
"Saya tidak akan segan membeberkan akan keterlibatan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dalam melindungi bandar narkoba bahkan pemasok sekalipun mereka sebenarnya sudah tau tapi karena tuntutan balas Budi akhirnya #pemkabtorut tidak berdaya. Contohnya saja laporan PPPK siluman kemarin sudah jelas itu kesalahan tapi masih juga dihalalkan. Itu karena tuntutan salah satu tim sukses yang datang membawa uang haram itu.
Dan lebih menghebohkan bahwa beberapa pelapor PPPK siluman diancam untuk tidak diberikan SK paruh waktu jika tidak mencabut laporan polisi di Polres Toraja Utara yang sebenarnya sudah mau di naikkan ke penyidikan tapi terkendala karena kepentingan. Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Kementerian PANRB juga ikut diam sementara waktu itu melakukan kunjungan ke Toraja Utara dalam kondisi viral tentang ini.
"Terus ke mana lagi masyarakat harus meminta keadilan," beber Irma
Irma Ikut Sumbang Frederik di Pilkada
Dalam unggahannya, Irma juga mengakui ikut menyumbang untuk kemenangan Frederik di Pilkada. Namun ia tak menyebutkan nominalnya.
"Saya ikut menyumbang walaupun saya dari Papua. Tapi seandainya ku tau kalau uang kami waktu itu mau dicampur dengan uang haram, tae' Ra ku la morai," katanya.
Irma menuding, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara tak punya taji untuk mengusik Oliv cs karena peran Oliv dalam memenangkan Frederik. Beberapa tim pemenangan Frederik disebut Irma mengetahui peran Oliv dalam tim.
"Romy P Madaun, Apriani Christin, Pery Champas, Julianto Mapaliey dan di saksikan oleh DPR RI Eva Stevany Rataba sebagai ketua tim sukses. Apakah masih mau mengelak biar saya bongkar lagi," ucapnya
Mencoreng Nama Lembaga Gereja Toraja
Isu didonaturi bandar narkoba waktu pilkada ikut mencoreng nama lembaga Gereja Toraja. Pasalnya, Frederik V Palimbong juga menjabat sebagai Ketua Umum PKB (Persekutuan Kaum Bapak) di Badan Pekerja Sidone Gereja Toraja (BPS-GT). Diketahui saat Pilkada, Dedy Palimbong juga disebut mendapat dukung penuh dari BPS Gereja Toraja.
Frederik akan Tempuh Jalur Hukum
Sementara itu, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, saat dikonfirmasi membantah pernyataan Irma. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Irma atas dugaan fitnah.
"Makanya kita laporkan ke polisi pemilik/pengguna akun medsos ini karena sudah fitnah," ujar Frederik, Jumat (27/02/2026).
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
