KPK Sebut Massa Simpatisan di Jayapura Dimobilisasi Gubernur Lukas Enembe
"Hanya saja kita melihat ini adalah suatu demo yang diupayakan oleh pihak tersangka Lukas Enembe,"
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - KPK menduga massa yang bergerak masuk ke Kota Jayapura untuk berunjuk rasa mendukung Lukas Enembe, sengaja dimobilisasi. Gubernur Papua Lukas Enembe disebut berada di belakang aksi itu.
"Gerakan massa ini terlihat seperti upaya paksa. Ini gerakan yang dikondisikan," ujar
Deputi bidang Penindakan KPK Karyoto dalam keterangan persnya siang tadi.
Meskipun demikian, Karyoto tetap menyebut bahwa demo tersebut merupakan kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat.
"Masalah demo ini kan dalam hal kebebasan warga masyarakat untuk mengeluarkan pendapat dilindungi undang-undang. Hanya saja kita melihat ini adalah suatu demo yang diupayakan oleh pihak tersangka Lukas Enembe," kata Karyoto.
Karyoto mengaku koordinasi dengan berbagai pihak penegak hukum terkait situasi di Papua dianggap penting. Sebab, situasi di Papua saat ini disebutnya berbeda dari biasanya.
"Namun demikian, karena kita prinsipnya menghargai proses yang terjadi, kita juga mengimbau kemarin. Kenapa misalnya Menkopolhukam mengumpulkan para penegak hukum terkait Papua, itu memang dirasa perlu, situasi di sana agak berbeda dari yang biasanya," ungkap Karyoto.
Diberitakan sebelumnya, simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe dari sejumlah daerah memaksakan diri masuk ke Kota Jayapura. Mereka datang untuk menyatakan dukungan kepada Lukas Enembe, yang saat ini jadi tersangka KPK.
Dilansir detikSulsel, Selasa (20/9), massa yang mendukung Lukas Enembe itu datang menggunakan mobil pribadi, truk, sepeda motor, bahkan dengan berjalan kaki. Mereka mencoba memasuki Kota Jayapura sejak pukul 08.49 WIT.
Aparat sempat memblokade titik kumpul massa guna menghindari penumpukan massa. Akibatnya, massa simpatisan Lukas Enembe dari Sentani ditahan di Lapangan Theys, massa dari Kamp Wolker ditahan di depan kampus Universitas Cenderawasih (Uncen).
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
