Muh. Syakir : Senin, 17 Oktober 2022 09:25
Toilet di SDN 4 Masanda Tator yang sudah bertahun-tahun rusak.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Banyak sekolah di Kabupaten Tana Toraja mengalami kondisi memperihatinkan. Salah satunya SDN 4 Masanda yang berlokasi di Lembang Ratte, Kecamatan Masanda.

Sekolah ini sudah bertahun tahun mengeluhkan minimnya ruang kelas. Bahkan untuk sekadar BAB pun, para siswa dan guru harus ke sungai karena toilet sudah lama mampet.

Ruang kelas yang seharusnya jadi tempat belajar siswa terpaksa juga disulap jadi multifungsi. Jadi ruang kelas, sekaligus ruang guru dan UKS.

Ruang kelas yang diusul sejak lama, tak terealisasi sampai sekarang. Pihak sekolah mengaku hanya bisa berharap.

"Ini sudah bertahun-tahun pak. Kami buang air kecil maupun BAB itu harus ke sungai. Toilet sudah rusak. Mampet. Tak bisa dipakai lagi," ujar Kepala SDN 4 Masanda, Paulus Paremme' saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/10/2022).

Menurut Paulus, ia sudah berulang kali mebgusul perbaikan, tapi belum direspons pemerintah daerah. Alasannya kata Paulus, karena anggaran terbatas.

“Kekhawatiran kami apabila murid kami pas di sungai, tiba tiba air naik mereka bisa terbawa arus sungai. Sangat berisiko. Tapi itulah yang kami jalani bertahun tahun. Mau apa lagi tidak ada fasilitas," ucapnya.

Menurut Paulus, jumlah siswa di SDN 4 ada 101 orang. Saat ini bukan hanya toilet, keterbatasan ruang belajar juga sangat dirasakan.

Kata dia, proses belajar kerap terganggu karena satu ruangan harus jadi multifungsi. Anak-anak kerap kehilangan konsentrasi karena suasana itu.

Dikatakan Paulus, karena harus BAB ke sungai, seringkali juga siswa terlambat masuk kelas. Paulus mengaku semua kondisi itu harus ia terima meskipun sebenarnya sangat tidak baik bagi efektivitas pembelajaran anak.

"Jika siswa mau BAB dan buang air kecil mereka harus turun ke sungai karena tidak ada toilet sekolah. Perempuan juga ke sungai, begitupun guru juga ke sungai. Hal ini sudah bertahun-tahun terjadi," terang dia.

Paulus mengaku sudah mengusulkan perbaikan melalui musrenbang. Bahkan telah dilaporkan secara lisan dan tertulis kepada Kadis Pendidikan Tator tapi tak ada tindak lanjutnya.

“Bahkan ruangan sekolah kami bocor tidak ada tindakan untuk direnovasi. Kami harapkan ini segera ditinjau. Kasihan anak anak kalau ini terus dibiarkan. Karena sudah sangat mengganggu proses belajar mengajar,” ungkap Paulus.

Penulis: Nober Salamba