Muh. Syakir : Kamis, 20 Oktober 2022 19:58
Gubernur Sulawesi Selatan membuka Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor TP-PKK Sulsel.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA — Gubernur Sulawesi Selatan membuka Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor TP-PKK Sulsel, Jalan Masjid Raya Makassar, Kamis, 20 Oktober 2022. Gerakan ini adalah langkah awal menghadapi ancaman krisis global di 2023.

Sudirman mengatakan, gerakan ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan pangan. Sedangkan, diversifikasi pangan lokal untuk antisipasi krisis pangan dunia.

"Menjaga inflasi dan ketersedian pangan yang terjangkau dan berkualitas. Gerakan pangan murah ini karena sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis termasuk mewujudkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat yaitu pangan murah yang berkualitas,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, ketahanan pangan penting untuk menekan inflasi. Sehingga kita mampu mengantisipasi krisis di masa datang.

“Saya meminta Dinas Ketapang untuk menggerakan pola rumah tanga yang memiliki ketahanan pangan. Jadi rumah tangga juga punya ketahanan pangan. Misalnya menanam cabai. Kami juga di Rumah Jabatan sudah mulai menanam. Selain sebagai tanaman hiasan juga sebagai tanaman produktif,” tambahnya.

Sementara, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Andi Nuransyah menyampaikan, Kementan mendorong diservasi pangan, serta terus mendorong ketahanan pangan berbasis pangan lokal seperti sagu.

Sulsel merupakan sentra sagu nasional 3.700 hektar dengan produksi 3.000 ton per tahun. Selain itu, tahun ini juga akan membangun Sagu Center di Universitas Hasanuddin.

“Mudahan-mudahan bisa disinergikan dengan Pemprov Sulsel,” sebutnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan unit pengolahan sagu, paket pertanian keluarga, produktivitas petani berupa bibit kopi, bibit kedelai dan pupuk cair.

Selanjutnya, Gubernur meninjau stan-stan pangan murah. Kegiatan ini dilaksanakan 20 - 25 Oktober 2022 untuk 24 kabupaten/kota yang dibagi ke dalam enam zona perwakilan, yakni Makassar, Bulukumba, Soppeng, Parepare, Palopo dan Tana Toraja. Beras premium (Per Kg dari Rp12.000 jadi 10.400), beras medium (Per Kg Rp9.800 jadi Rp9.000) minyak goreng (Per liter Rp13.000 jadi Rp11.000), daging kerbau Rp85.000/Kg, tepung terigu Rp10.500/Kg, dan cabai rawit Rp18.000/Kg serta kebutuhan pokok lainnya.