Muh. Syakir : Senin, 31 Oktober 2022 14:09
Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi dan Wakil Ketua DPRD Yohanes Lintin Paembonan.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Ketua dan Wakil Ketua DPRD Tana Toraja tak diundang dalam pelantikan panwascam se-Kabupaten Tana Toraja. Bawaslu dicap telah bersikap arogan.

"Bawaslu Tator menunjukkan arogansinya. Mereka tidak bisa bangun komunikasi pada DPRD. Ini tidak etis. Masa lembaga DPRD tidak diundang. Bagaimana caranya, pimpinan DPRD itu adalah bagian dari ini,” ujar Ketua DPRD Tator Welem Sambolangi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/10/2022).

Welem mengaku tidak tahu apa alasan Bawaslu tak mengundang DPRD. Padahal DPRD adalah bagian dari pimpinan daerah.

“Bisanya dia lupa, bukan pribadi saya yang keberatan tapi saya keberatan mewakili lembaga. Lembaga sebesar DPRD masa Bawaslu tidak tau, bahwa pimpinan DPRD adalah pimpinan daerah. Itukan acara besar. Acara resmi yang dia lakukan,” beber Welem.

Menurut Welem, DPRD menyayangkan sikap Bawaslu. Bawaslu terkesan tidak menghargai institusi DPRD.

Padahal sebagai lembaga pemerintah, Bawaslu harusnya menjaga harmonisasi dengan DPRD. Welem menyebut, DPRD ini diisi oleh orang orang parpol. Dan Bawaslu adalah pengawas Pemilu.

Secara eksplisit, sudah tentu keduanya harus bersinergi. Bukan justru membuat jarak.

“Kami menyayangkan sikap Ketua Bawaslu Tana Toraja yang tidak menghargai pimpinan Daerah secara khusus pimpinan DPRD, kami tidak gila di undang tidak gila hadir di acara. Tapi ini wujud sinergitas kita dalam proses Pemilu nanti,” ujar Welem.

Lanjut Welem, sebagai pimpinan daerah ia wajib membangun hubungan harmonis dengan semua stakeholder. Saat ini menjelang Pemilu diibutuhkan hubungan baik dan suasana sejuk dalam rangka melayani rakyat dan masyarakat Tana Toraja.

Tapi apa yang ditunjukkan Bawaslu hari ini kata Welem, adalah sikap arogansi.

“Pantas saja banyak yang ribut-ribut soal kinerja Bawaslu Kabupaten Tana Toraja, membangun harmonisasi dan kemitraan saja mereka tidak paham. Dan itu menandakan Bawaslu Tana Toraja arogan,” pungkas Welem.

Sementara itu Yohanes Lintin Paembonan selaku Wakil Ketua DPRD Tana Toraja mengatakan, Bawaslu lupa diri. Ia lupa peran DPRD menuju Pemilu 2024.

"Dia harusnya ingat bahwa Bawaslu bukan cuma urus partai politik dan capres. Tapi juga lembaga DPRD. Jangan sampai banyak hal yang dilupakan oleh Bawaslu Tana Toraja, Kalau Bawaslu melupakan banyak hal, saya tidak yakin Pemilu 2024 berjalan kondusif apabila hal ini tidak diubah,” ujarnya.

Yohanis mengajak Bawaslu menjaga sinergi dengan semua stakeholder. Agar lahir Pemilu yang sejuk, Pemilu yang beradab dan Pemilu yang jujur serta adil.

Penulis : Nober Salamba