Bawaslu Tator Sosialisasi Netralitas ASN, Ini Pelanggaran Besar yang Dibahas
Tahun 2020-2021 terdapat 2.034 ASN dilaporkan terkait dugaan pelanggaran netralitas. Dari 2.034 tersebut sebanyak 1.596 (78,5%) terbukti melanggar netralitas dan dijatuhi sanksi.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Bawaslu Tana Toraja menggelar sosialisasi Netralitas ASN, TNI, dan Polri di Pilkada 2024.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Toraja, Senin (30/9/2024) dibuka langsung oleh Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung.
Mantan Ketua Bawaslu RI dan Ketua DKPP, Prof Muhammad memaparkan sejumlah pelanggaran besar netralitas ASN, TNI, dan Polri.
"Pelanggaran besar netralitas mulai dari kampanye atau sosialisasi di media sosial, mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan salah satu calon," ungkapnya.
"Berfoto bersama dengan mengikuti simbol atau geraka yang mengindikasikan keberpihakan, menghadiri deklarasi atau melakukan ke partai politik," lanjut dia.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan ASN dari berbagai Instansi, Camat, Lurah serta Anggota TNI dan Polri. Mereka berikrar menjaga netralitas pada Pilkada 2024.
Prof Muhammad juga adalah Guru Besar Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Prof Muhammad mabawakan materi tentang dasar hukum, makna dari apa yang dimaksud dengan netralitas ASN serta berbagai faktor penyebab terjadinya pelanggaran netralitas.
Prof Muhammad mengurai jika pada tahun 2020-2021 terdapat 2.034 ASN dilaporkan terkait dugaan pelanggaran netralitas. Dari 2.034 tersebut sebanyak 1.596 (78,5%) terbukti melanggar netralitas dan dijatuhi sanksi.
"Ini menjadi bukti bahwa penegakan sanksi terhadap ASN yang terbukti melanggar netralitas ASN telah dilaksanakan," katanya.
Hadir juga sebagai narasumber Sekda Tator Rudhy Andi Lolo, Perwira Penghubung Kodim 1414 Tator, Mayor Inf Selvinus Buttu’ Tangkelangi dan Kasi Propam Polre Tator, AKP Aksan Suwardy dan dihadiri 3 pimpinan Bawaslu Kabupaten Tator.
Selain mendengarkan materi sosialisasi netralitas ASN, ratusan peserta yang hadir juga bersama-sama membacakan ikrar netralitas yang dipandu oleh Sekda Tator Rudhy Andi Lolo dan diikuti oleh seluruh ASN yang hadir.
Dalam ikrar tersebut, ASN membacakan 4 poin yakni:
1. Menjaga dan menegakkan prinsip netralitas ASN di instansi masing-masing.
2. Menghindari konflik kepentingan, tidak melakukan praktik -praktik intimidasi kepada ASN atau masyarakat.
3. Menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menyebar ujaran kebencian serta berita bohong (hoax)
4. Menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apapun.
Setelah pembacaan netralitas juga dilakukan penandatanganan ikrar netralitas ASN oleh Ketua Bawaslu Tator, Elis Bua Mangesa dan Sekda Tator Rudhy Andi Lolo disaksikan seluruh peserta dan narasumber yang hadir.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
