JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengendalian angka inflasi di Indonesia dibahas setiap pekan. Inflasi akan ditangani seperti pandemi.
Hal ini diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Muhammad Tito Karnavian dalam agenda Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Percepatan Realisasi dan Belanja Daerah di Gedung Kemendagri, Jakarta, Senin (5/12/2022).
"Bapak Presiden ingin agar penanganan inflasi ini ditangani dengan mekanisme seperti pandemi (Covid-19), setiap minggu dibahas dievaluasi," kata Tito dalam paparannya, Senin.
Tito mengatakan, hal itu dimaksudkan agar semua masyarakat Indonesia tetap mendapat informasi dan waspada. Terlebih, perihal kenaikan harga barang dan jasa merupakan isu yang sangat berdampak langsung kepada rakyat.
"Sehingga kita semua tetap aware, tetap peduli dan menjadi fokus dan menjadi skala prioritas. Ini menyangkut masalah perut rakyat," ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Tito menyebutkan bahwa angka inflasi di Indonesia terus menurun. Ia menyebutkan, pada bulan Oktober 2022, angka inflasi di Indonesia mencapai 5,71 persen. Namun, di bulan November 2022 kemarin kembali menurun ke angka 5,42 persen.
"Ini saya kira semua mengikuti berita dari 5,95 kemudian turun ke 5,71 bulan Oktober, November turun agi ke 5,42 persen. Ini betul-betul tidak gampang," ujar dia.
Bahkan, jika dibandingkan dengan negara anggota G20, menurut dia, Indonesia adalah negara kedua dengan inflasi terendah setelah Jepang.
"18 negara G20 baik Amerika, kemudian Eropa semua di atas angka kita," ucap dia.
BERITA TERKAIT
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Mawas Diri: Hati-hati Korupsi dan Inefisiensi
-
Bupati Andi Rosman Ingatkan Jangan Ada Penimbunan Pangan: Bisa Picu Inflasi
-
Bupati Asman Pamer MDC Bone Terbaik di Sulsel: Kunci Kendalikan Inflasi
-
Inflasi di Daerah Naik Turun, Tito Singgung Kinerja Kepala Daerah
-
Tito dan Maruarar Puji Inovasi Layanan Publik Makassar: Cepat-Transparan