Minggu, 13 Desember 2020 08:38

Diduga Sebar Provokasi, Polres Tator Ciduk 6 orang

AKBP Sarly Sollu
AKBP Sarly Sollu

Kasus ini terbongkar berawal dari penyelidikan menggunakan IT. Aparat Polres Tana Toraja awalnya mengamankan 3 orang. Mereka diduga akan menggangu jalannya tahapan rekapitulasi perolehan suara di kantor Kecamatan Makale

TATOR, PEDOMANMEDIA - Enam pria yang diduga terlibat menyebar provokasi untuk mengganggu jalannya penghitungan suara diciduk Polres Tator, Jumat malam. Keenam kawanan ini diciduk di beberapa di lokasi di Makale.

Kasus ini terbongkar berawal dari penyelidikan menggunakan IT. Aparat Polres Tana Toraja awalnya mengamankan 3 orang. Mereka diduga akan menggangu jalannya tahapan rekapitulasi perolehan suara di kantor Kecamatan Makale, Jumat (11/12/2020) malam.

Diketahui oleh aparat kepolisian adanya percakapan di sebuah WA Group salah satu pendukung paslon untuk melakukan pengawalan rekapitulasi suara di PPK. Selain percakapan mengawal rekapitulasi, hasil penyelidikan juga menemukan percakapan yang bernada provokasi untuk menganggu berlangsungnya kegiatan rekapitulasi.

Baca Juga

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut,

Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu bersama Kabag Ops Kompol Pither Marimbun dan tim melakukan pengecekan ke kantor Kecamatan Makale. Hasilnya, ditemukan 3 orang yang berusaha mengganggu jalannya penghitungan. Ketiganya langsung diamankan.

Adapun identitas dari 3 orang yang diamankan ini , adalah S, 30 Tahun, pekerjaan swasta, alamat Makale Utara.

Kemudian RS, 24 tahun, pekerjaan tidak ada, alamat Bombongan, Makale.

Ketiga, SK, 26 tahun, alamat Kamali Pentalluan, Makale.

Dari hasil pemeriksaan ketiga orang ini, petugas mendapatkan info lebih lanjut lagi terkait adanya ajakan yang beredar di WAG tersebut. Sehingga malam itu juga di amankan 3 orang lagi. Yaitu NS, JB, dan A, untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 6 orang tersebut diperoleh keterangan bahwa dalam percakapan group WA mereka hanya main main (bercanda) dan tidak ada tindakan bersifat masif untuk melakukan ancaman seperti yang ada dalam WAG. Sehingga ke 6 orang tersebut dikembalikan dengan terlebih dahulu membuat surat pernyataan.

Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu yang di konfirmasi membenarkan hal ini.

"Iya, saya yang langsung mendatangi kantor Kecamatan Makale dan memeriksa ke 3 orang yang sudah ada di kantor kecamatan, dari HP ketiganya ditemukan foto - foto petugas Polres Tana Toraja yang lagi laksanakan pengamanan di Kantor Kecamatan Makale," sebut Sarly Sollu.

"Namun dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, mereka 6 org tersebut beserta anggota group WA lainnya tidak ditemukan bukti bahwa mereka secara masif akan mengganggu berlangsungnya kegiatan rekapitulasi suara di PPK, sehingga kepada mereka diberikan peringatan, dan surat pernyataan," kata Sarly Sollu.

Sehubungan dengan hal ini, ia pun mengimbau kepada segenap masyarakat Tana Toraja untuk bersama-sama dengan pihak keamanan menjaga dari segala bentuk provokasi maupun perbuatan perbuatan yang dapat mencederai Pilkada.

"Mari bersama sama dengan kami, wujudkan kamtibmas yang kondusif pasca pemungutan suara, terlebih pada tahapan rekapitulasi yang akan menentukan hasil dari pilkada yang baru saja berlangsung, mari kita jalin dan eratkan kembali silaturrahmi, persaudaraan, hormati hasil dari pilkada, dan jalani kehidupan masing-masing dengan normal," imbau Sarly Sollu.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Pilkada Tator #Kapolres Tator AKBP Sarly Sollu #Provokasi
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer